
Nabila,tak pernah benar-benar meninggalkan Nita.Justru dia peduli kendati Nita sering nya tidak peduli dan bahkan tega menghinanya bersama dengan teman-teman barunya.
Hari ini,ada yang berbeda dari diri Nita.Dia yang biasanya ceria dan cerewet,tak pernah absen mrmbully nabila kini sekarang dia terlihat bermuram durja seperti ada yang di pikirkan oleh nya dan mata sembab seakan menguatkan praduga Nabila, bertanya pun tak mampu.
Tak terasa jam pelajaran telah usai, tergantikan dengan pelajaran ke-dua yang tak jauh berbeda dengan pelajaran pertama, kegiatan belajar-mengajar terhenti karena bel tanda istirahat berbunyi,Nabila selalu ingin bertanya tapi kesempatan itu belum ada.
Tepat persis ketika Nabila hendak beranjak menuju bangku Nita,sang pemilik bangku itu telah pergi tanpa sepatah katapun.
"Ada apa ini?".Tanya Nabila pada diri sendiri.
Sahabat nya,Nita yang dulu selalu ada dan membelanya sangat berbeda dengan Nita yang sekarang Nabila kenal bahkan beberapa hari ke belakang sikap Nita memang sudah berubah karena peristiwa yang Nabila sendiri tak mengerti seutuhnya.
__ADS_1
Waktu istirahat pun, sepertinya Nita habiskan dengan seorang diri karena teman-teman nya tak ikut serta dengan nya dan dia terlihat menutup dirinya dari sekitaran nya,apalagi kepada Nabila yang hubungan persahabatan nya sudah renggang beberapa waktu lalu, hanya Nathan yang masih setia menganggu Nabila.
Yah,Nathan dia tak pernah absen selaku mengusik ketenangan Nabila seperti saat ini.Saat Nabila hendak beranjak menuju bangku Nita, dengan cekatan Nathan menghadang tubuh Nabila.Satu hal ini pula yang menggagalkan niat Nabila terlepas dari Nita yang pergi dengan tergesa-gesa.
"Mau kemana loe,gadis miskin?".Hardik Nathan, seakan tak ingin Nabila terbebas begitu saja.
Nabila,menoleh kearah Nathan dengan mata tajam dan muka cemberutnya.Tak ada keramahtamahan dalam wajah Nathan yang memang seperti itu hanya pada nabila.
"Bisa gak sih loe membiarkan gue tenang,sehari ini aja".Pinta Nabila dengan nada memelas,bukan ingin di kasihani oleh Nathan tapi malas berdebat dengan Nathan.
Nabila, menghembuskan napas secara kasa.Kalau sudah seperti ini,pasti akan sulit meloloskan diri.
__ADS_1
Lelah debat, meloloskan diri pun tak semudah itu,Nabila memilih untuk duduk kembali di kursinya dan mengurungkan niatnya untuk pergi ke perpustakaan hanya sekedar menempelkan karya fiksi nya.
Ternyata Nathan juga mengikuti Nabila yang beranjak ke kursinya,Nathan ikut duduk di sebelah Nabila yang kini tak lagi berpenghuni seiring dengan Nabila yang duduk di kursinya.
Nathan,mengikuti gerakan Nabila apapun yang Nabila lakukan dan dalam gerakan apapun pasti di ikuti oleh Nathan dan hal ini tak lepas dari penglihatan nabila.
"Ngapain loe ngikutin gaya gue,kayak yang gak ada kegiatan lain aja?".Gerutu Nabila, mengeluhkan sikap dan kekakuan Nathan yang mengikuti gerakannya.
"Kata siapa gak ada?,ini".Sahut Nathan sembari menunjuk gerakannya yang sama persis seperti Nabila,duduk sembari bertopang dagu.
"Hah..."Nabila,memutar matanya jengah,berdebat pun tak sudi lagi apalagi harus meladeni ucapan Nathan yang kali ini benar-benar menguras tenaga dan emosi nya.
__ADS_1
Noval,yang menyaksikan tingkah aneh Nathan sampai tertawa terbahak-bahak.Lihatlah ketua geng nya yang bertingkah aneh dan tak biasanya.
"Begitulah jadinya kalau jatuh cinta terhalang gengsi".Ucap Noval sembari tertawa menyaksikan tingkah laku Nathan.