
Mario,tersadar dengan kata-kata Nabila yang menyindir dirinya pria yang tak bertanggungjawab bahkan dengan sengaja menciptakan luka di hati nabila.
"Tunggu".Teriak Mario,sembari mencoba mengejar Nabila yang sudah terlambat untuk di kejar.
Mario,tak putus asa kendati mungkin tak akan pernah ada kata maaf untuk dirinya,tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali.
"Nabila... Tunggu".Mario,berteriak kalap seakan tak ingin kehilangan cintanya untuk kedua kalinya.
Tapi, langkah kaki Mario harus terhenti oleh seorang perempuan yang menghadang tubuh Mario dengan tubuhnya.
Mario,mengeluh sembari mengacak rambutnya.Selalu ada rintangan dan halangan baginya untuk berusaha mendapatkan cintanya kembali sebelum dirinya pergi untuk selamanya dan tak akan pernah kembali lagi.
"CK,peganggu".Gerutu Mario,tak terima langkah kakinya mendapatkan halangan.
__ADS_1
Wanita yang menghalangi langkah kaki Mario itu terlihat memutar tubuhnya seiring dengan Mario yang terus mengoceh tak karuan mengumpati dirinya.
"Sampai kapan kau terus mengejar dia,sedang kau tau sendiri dia tak akan pernah bisa menjadi milik mu lagi?".Ucap wanita itu dengan lembut dan pelan.
Mario,tak menjawab pertanyaan dari wanita yang menghadang jalannya,justru Mario terlihat menghampiri wanita itu dengan kilat kemarahan jelas terlihat di pelupuk matanya yang merah padam.
Mario, mencengkram tangan wanita itu dengan sekuat tenaga dan memaksa nya untuk mengikuti langkah kakinya yang lebar dan cepat, beberapa kali wanita itu meringis kesakitan akibat cengkraman tangan Mario yang begitu kuat di tangan nya hingga mungkin menimbulkan bekas kemerah-merahan.
"Kau mau membawa aku kemana,Mario putra darmawan?". Gertak wanita itu sembari terus berusaha membebaskan diri dari cengkeraman tangan Mario di tangan nya yang begitu kuat.
Mario,menyeret wanita itu masuk ke dalam mobil tanpa sepatah katapun tertuju pada wanita itu.
"Duduk dan diam".Hardik Mario,sembari mendudukkan wanita itu di kursi samping kemudi dan memasangkan sealtbelt.
__ADS_1
Sementara Mario, terlihat memutari badan mobil dan duduk di kursi kemudi tanpa memasang sealtbelt.Tanpa di sangka-sangka Mario mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi,tak peduli wanita di sampingnya menjerit histeris.
Merasa terganggu dengan jeritan histeris dari wanita di sampingnya,Mario menyalakan radio mobil dengan begitu kencangnya.
"Kemarin kau melukai hati ku, sekarang kau melukai fisik ku,akan ku adukan kau_".
"Silahkan kau mengadu pada ayahanda mu yang terhormat dan mulia itu" .Sahut Mario, menimpali ancaman wanita itu seakan hapal betul dengan ancaman pamungkas dari wanita itu.Mario,menoleh kearah wanita itu dan memandang jijik kearah nya."Kau layaknya seorang putri yang di lindungi oleh bodyguard mu, menjijikan".Ucap Mario,jijik.
"Kalau kau patuh dan menuruti perjodohan ini,pasti hidup mu akan bahagia tak seperti sekarang.Hidup mu penuh dengan kewaspadaan dan ancaman".
"Tutup mulut mu,wanita ja***".Mario,mendadak mengerem dan hal itu menyebabkan wanita di sampingnya hampir terbentur dasboard mobil.
"Tutup mulut mu,Nita Edison".Gertak Mario lagi, seakan tak puas memberikan kejutan dan penyiksaan batin untuk Nita yang mencintai dirinya namun menggunakan kekuatan orang tuanya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
__ADS_1
Nita,terlihat meneteskan air matanya tak menyangka dengan perlakuan pria yang dia cintai tanpa dia sadari dialah yang telah merenggut cinta dalam hidupnya, kebebasan hidupnya dan memaksanya menjauh dari cinta nya.