
"Singkirkan tubuh mu dari tubuh ku".Gertak Nabila,, tanpa rasa bersalah.
Nathan yang mengaduh kesakitan akibat kening Nabila yang di benturkan ke keningnya dengan cukup keras, hanya bisa melongo dengan sikap nabila.
Tanpa rasa bersalah pula dia malah meninggalkan Nathan di tengah rasa sakitnya akibat benturan antar kepala yang sengaja di lakukan.
"Shitt".Umpat Nathan,sembari menatap kepergian Nabila menuju ruang perpustakaan.
Rasanya Nathan ingin membalas perbuatan Nabila padanya,namun apa daya keningnya terlalu sakit untuk sekedar membalas perbuatannya.
Nathan,juga ikut masuk ke ruang perpustakaan untuk mengikuti Nabila dan mengetahui kegiatan nya selama berada di perpustakaan.
Nabila,yang tengah mencari buku referensi untuk bahan membuat karya fiksi nya,tak tahu-menahu tentang Nathan yang mengikutinya sampai ke ruang perpustakaan dengan berjalan mengendap-endap dan berada di belakang nabila.
__ADS_1
Satu persatu Nabila melewati rak buku dan membacanya satu persatu untuk mendapatkan buku yang di carinya, dengan hati-hati pula Nathan berjalan agar tak menimbulkan suara.
"Dimana buku itu?".Gumam Nabila, kebingungan mencari buku yang di cari,sedang Nathan seperti seorang maling yang hati-hati sekali melangkah dan bertindak .
Nabila, celingak-celinguk kesana-kemari sesekali berdiam diri,mencoba mengingatkan letak buku yang di carinya, sesekali pula dia melanjutkan langkah kakinya dengan harapan dia bisa menemukan buku yang di cari dan segera pulang untuk menunaikan janjinya pada pak mario.
Nabila tak putus asa sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan,dia terus berkeliling mencari buku yang seingatnya tak jauh bahkan mudah di dapatkan.
Satu persatu Nabila membaca rak buku sembari melihat-lihat isi dalam rak nya, memilihnya dengan jari-jemari hingga ekor matanya menangkap buku berukuran besar nan lebar, hanya saja buku itu terdapat di atas rak buku,jauh lebih tinggi dari postur tubuhnya.
Tak ada kursi kosong, hampir semua penuh.Entah kenapa perpustakaan tiba-tiba ramai di jam pulang sekolah.Beruntungnya ada satu kursi kosong.
Nabila bernapas lega,satu kursi itu cukup untuk dirinya,tak perlu menumpuknya menjadi 2 bagian atau bahkan sampai 3 bagian.
__ADS_1
Dengan langkah penuh semangat,Nabila menghampiri kursi kosong itu.Tapi,saat hendak dekat dengan kursi tujuannya, tiba-tiba ada seseorang yang datang dan langsung menyerobot kursi yang hendak Nabila bawa.
Nabila terlonjak kaget,pria bertubuh kekar ini tiba-tiba menduduki kursi yang semula dia kira kosong,tapi nyatanya bertuan.
"Hah, padahal ini kursi incaran ku".
"Lo kira ini kursi milik nenek moyang loe".Sahut si pria,tanpa menoleh kearah Nabila,dia bahkan sibuk dengan buku yang di pegang nya.
Nabila terhenyak kaget, langkah kakinya terhenti kala mendengar jawaban dari si pria yang tak di kenalnya.Nabila berbalik badan, menatap pria itu sekali lagi,tapi si pria nampaknya tak ingin menunjukkan wajahnya.
Nabila, bergeleng-geleng kepala,bukan karena merasa aneh ada sosok pria bertubuh kekar dengan rela duduk berjam-jam hanya untuk membaca tapi pada buku yang di pegang nya ternyata terbalik.
Nabila, memutuskan untuk pergi saja dan mencoba mengambil buku dengan tangan kosong nya sembari menahan tawa nya dengan kelakuan pria bertubuh kekar.
__ADS_1
"Ketahuan sekali dia tidak pernah membaca buku".Gumam Nabila, bergeleng-geleng kepala.