
Nathan menatap jijik dengan pesan dan kesan yang di tinggalkan dari pria itu.Ternyata dia bukan satu-satunya pengagum rahasia dari sang author hebat dan pejuang tangguh.Ada pria lain yang ikut mengagumi sang author selain dirinya bahkan pria itu bernasib sama.
"Ah iya kali aku juga harus mengikuti jejak nya agar bisa lebih dekat dengan si gadis miskin itu".Gerutu Nathan,kesal dengan si pria pengagum rahasia author favoritnya.
Nathan, beranjak pergi dengan kesal sebelum keberadaannya di ketahui oleh orang banyak dan sebelum dirinya tertangkap basah menikmati setiap karya fiksi dari orang yang di bencinya bahkan menjadi rival debat abadi nya.
Nathan, memiliki caranya sendiri untuk mendekati wanita pujaan hatinya.Awalnya memang dia menatap rendah murid miskin yang mampu mengenyam pendidikan di sekolah elit.
Cinta dan benci seakan cerita dongeng yang menjadi nyata bagi Nathan,enyah itu karma karena dia terlalu membenci dan merendahkan orang lain hingga alam pun bergerak sendiri dan menyatukan dua hati yang belum pasti menyatu.
Nathan anumerta,suka menginginkan debat dengan Nabila sebagai cara dia berkomunikasi dan dekat dengannya,dia pula sering melontarkan kata-kata hinaan hanya ingin terus dekat dengannya.Tapi,dia tak seberuntung Mario putra Darmawan yang menunjukkan kebaikannya secara terang-terangan.
Nathan,terlihat kesal itu hal yang wajar bagi pria yang mendapati wanita incarannya juga di incar oleh orang apalagi itu oleh gurunya sendiri.
...****************...
__ADS_1
Nabila Kemala,harus berangkat lebih awal mengingat dagangannya banyak melebihi hari-hari sebelumnya seperti ingin mengganti kemarin yang absen berjualan.
Total dagangan nya berjumlah 60.30 Untuk dia titipkan di ibu kantin dan sisanya dia jual sendiri.
Sengaja dia berangkat lebih awal agar dia bisa menjual habis dagangan nya pada murid sekolah atau pada warga sekitar yang bahkan karena faktor iba dia membeli dagangan nabila.
"Makaroni... Makaroni".Teriak Nabila, menawarkan dagangannya pada warga sekitar yang searah dengan jalan menuju sekolah nya.
Tak banyak yang tertarik membeli dagangan nabila,di pagi hari ini hanya satu dua mampir dan membeli dagangan nabila.
Satu,dua pembeli saja sangat berarti bagi Nabila sehingga dia tak perlu lagi susah payah keliling kelas hanya untuk menjual dagangannya.
Tiba,di sekolah dengan pagar sekolah baru di buka oleh satpam penjaga sekolah dan membuat satpam penjaga itu bergeleng-geleng kepala dengan tingkah Nabila.Entah dia yang terlalu pagi berangkat,atau mereka yang lambat bekerja.
"Nabila ...Nabila,kau berangkat terlalu pagi".Protes satpam penjaga.
__ADS_1
"Hehe..Biasa pak,Nabil mesti dagang dulu".Sahut Nabila,menyengir kuda tanpa merasa bersalah.
"Yah,tapi jangan terlalu pagi_".
"Bapak cobain deh makaroni Nabila".Nabila menyela ucapan satpam penjaga yang mengeluhkan Nabila berangkat sekolah terlalu pagi.
"Hah". Satpam penjaga itu menghela napasnya."Nih anak di kasih tau,malah menyela pake nawarin dagangan yang tak bisa mamang tolak".Ucap satpam penjaga,sembari mengambil 4 bungkus makaroni balado sekaligus.
"Nih uangnya, kembaliannya buat kamu aja".Satpam penjaga itu menyodorkan yang 10 ribu pada Nabila dan Nabila yang mengambil uang yang di sodorkan oleh satpam penjaga.
"Terimakasih pak, semoga rezeki bapak di mudahkan di lapangkan".
"Aamiin".
Nabila,bergegas masuk ke dalam sekolah dengan semangat baru dan harapan demi harapan yang dia untai di setiap paginya,menyambut mimpi yang siap di wujudkan.
__ADS_1