
Nabila dapat mengetahuinya hanya dengan suaranya saja.Suara yang familiar di telinga nya yang selalu menyapa dan mengobrol bersamanya kala dirinya sedang berada di perpustakaan atau sedang mengajar.
"Tadi kamu gak pergi ke perpustakaan?".Tanya pak Mario.Yah,pak Mario yang selalu menyempatkan diri berkunjung ke perpustakaan.
Nabila, menggelengkan kepala."Tidak pak,tadi saya membantu mengerjakan tugas matematika Nita yang belum sempat di kerjakan di rumah".Kata Nabila, memberikan penjelasan di balik absen dirinya pergi ke perpustakaan.
"Oh,aku pikir kamu pergi jajan dengan teman-teman mu".
Nabila, tersenyum.Bagaimana lah dia bisa jajan seperti teman-teman lainnya sedang dirinya jarang memiliki uang saku.
Pak Mario,yang baru selesai mengajar dan selalu menyempatkan diri berkunjung ke perpustakaan untuk sekedar mengobrol dengan Nabila atau hanya sekedar lewat di depannya saja seperti orang yang berusaha untuk mendekatkan diri dengan murid tangguh ini,entah ada alasan lain.Satu yang pasti,2 tahun belakangan ini pak Mario selalu membantu Nabila.
"Saya pulang pak, assalamu'alaikum".Pamit Nabila.
Pak Mario, mengangguk tak keberatan Nabila pergi meninggalkannya padahal dia masih ingin mengobrol banyak hal dengan murid tangguh itu.
__ADS_1
"Iya silahkan Nabila, hati-hati di jalan dan semangat menggapai cita-cita".Nasehat dan motivasi di berikan oleh pak Mario untuk Nabila.
"Terimakasih nasehat nya".Sahut Nabila,sembari menyalami pak Mario dengan takzim.
"Semangat Nabila!"Seru pak Mario, mengiringi langkah kaki Nabila.
Mario,memang sering memberikan nasehat dan kata-kata motivasi.Sebagai guru,dia merasa tidak ada yang aneh dengan sikap nya dan bahkan itu terlihat wajar saja.
Mario,yang merupakan guru honorer dengan gajih tak seberapa tentu paham betul dengan keadaan Nabila yang tengah berjuang menggapai cita-cita nya sama seperti dirinya dulu semasa kuliah.
"Astaghfirullah".Mario beristighfar,sembari mengusap wajahnya."Sadar Mario,sadar". Peringat nya pada diri sendiri.
Dia tampar-tampar wajahnya berusaha untuk menyadarkan dirinya akan perasaan aneh yang menjalar dalam hatinya selama 1, tahun belakangan ini.
Mario, memutuskan untuk pergi saja setelah bayang-bayang Nabila tak terlihat di depan matanya.
__ADS_1
Nabila,yang memiliki segudang prestasi dan kecantikan wajahnya yang selama ini telah menganggu kehidupannya terlepas dari rasa iba terhadap kehidupan Nabila yang memprihatinkan.
Nabila, seperti biasa pulang jalan kaki tak seperti teman-teman nya.Nabila sengaja,pulang di awal tak mengikuti kegiatan di luar mata pelajaran agar dia bisa mengumpulkan lebih banyak pundi-pundi uang yang hanya cukup untuk makan saja.
"Capek".Keluh Nabila, perutnya yang mulai keroncongan belum lagi dia yang berjalan kaki dalam keadaan berpuasa menambah sederet penderitaan nya padahal itu bukan hal yang baru bagi dirinya.
Nabila, memutuskan untuk berhenti sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan nya yang terasa melelahkan bila dalam keadaan berpuasa.
Tid...Tid..Tid
Dewa amor sepertinya selalu menghampiri Nabila di saat dirinya tengah membutuhkan pertolongan.Dimana,Nita ternyata berada di belakangnya dengan menggunakan mobil mewahnya.
"Bil,pulang baru yuk".Ajak Nita,berseru kencang.
Nabila,terlonjak kaget dengan suara klakson yang di bunyikan amat nyaring terlebih itu di lakukan oleh Nita seingat Nabila,Nita sudah sejak tadi pulang.
__ADS_1
"Kau...Kau belum pulang?".Tanya Nabila, keheranan.