Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 97


__ADS_3

Hilang segala kegelisahan, ketakutan, kebencian dan segala kemarahannya bila menatap senyum manis dari bibir Nabila yang tanpa sengaja dia abadikan melalui ponsel pintarnya.


Berawal dari ketidaksengajaan itu pula, ternyata berguna bagi kesehatan psikis Mario terhadap tekanan demi tekanan dan tuntutan orang tuanya,yang sejak lahir tidak di harapkan kehadirannya.


Mario,menatap foto Nabila dari ponsel pintarnya.Semangat nya kembali ada, yang tadi sempat menghilang,bak ponsel yang kehabisan baterai.Senyuman manis Nabila adalah charger bagi moodnya yang sempat down.Saking senangnya, hingga tanpa sadar Mario senyum-senyum sendiri.


"Ada yang jatuh cinta nih?".Tegur pak Martin yang tak sengaja melihat Mario tersenyum sendiri.


Tersadar dari aksinya,Mario buru-buru memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya dan menatap pak Martin dengan ulasan senyum palsunya.


"Ah bapak,suka mengagetkan orang saja".Sahut Mario, berbasa-basi untuk mengalihkan perhatian.

__ADS_1


Martin, menepuk pundak Mario dan ikut duduk di sampingnya."Kau masih muda,ganteng, berperawakan tinggi tegap.Tentu,sudah saat nya kau memikirkan untuk jatuh cinta pada gadis yang kau cintai.Ah rasanya gadis itu beruntung memiliki mu".Celoteh pak Martin,tanpa menyadari raut wajah lawan bicaranya.


'Justru aku yang beruntung memiliki dia pak.seandainya kisah cinta ku sama seperti kisah di buku novel yang berakhir bahagia.Tentu,aku yang jauh bahagia bukan dia yang seperti bapak pikirkan '.Gumam batin Mario,menyanggah pemikiran pak Martin yang terus berceloteh tanpa henti.


Mario, menanggapi celotehan pak Martin dengan manggut-manggut kepala, sesekali tersenyum bila di rasa ada yang lucu.


Kring ..Kring...Kring..


Hari-hari sebelumnya dia selalu jutek pada Nabila, bersikap acuh tak acuh padahal itu hanya sebuah sandiwara yang dia ciptakan sendiri dan melukai hatinya secara sengaja.


Hati ini pula dia mendapatkan giliran mengajar di ruangan jelas Nabila,hatinya was-was, bertalu-talu dan resah gelisah.Seluruh persendiannya seakan tak berfungsi dan kakinya tak bisa di gerakkan.Teramat berat baginya untuk mengajar di ruangan kelas penuh dengan intrik drama yang dia ciptakan sendiri.

__ADS_1


"Bel sudah berbunyi,kau segera bersiap lah".Martin memperingati Mario yang masih duduk tanpa bergerak, hanya menatap layar laptopnya tanpa berkedip.


Martin, bergeleng-geleng kepala dengan tingkah laku mario yang menurutnya di rasa aneh sejak rumor yang beredar tentang hubungan spesial antara dirinya dan juga nabila.


"Apa mungkin iya,dia depresi karena rumor itu yang tersebar dengan cepatnya tanpa penjelasan".Gumam Matin sembari melangkah keluar bersama dengan beberapa guru yang hendak mengajar.


Mario,bukan hanya duduk berdiam diri sembari menatap layar laptopnya, melainkan dia sedang mempersiapkan diri fisik dan mentalnya yang harus kembali mengajar di kelas yang sudah menjadi neraka baginya.


"Yuk bisa yuk".Mario menyemangati dirinya sendiri sembari menutup laptopnya dan hendak bersiap untuk mengajar yang di sebutnya sebagai kelas neraka.


Mario,mau tak mau harus menghadapi masalah sendiri yang di hadapkan pada dua pilihan sulit untuk dia tentukan.

__ADS_1


Mario,mengambil buku pelajaran, laptop dan juga beberapa lembar kertas ulangan yang sudah dia siapkan sebagai bahan ulangan harian bagi murid didiknya.


__ADS_2