
Nabila terus berusaha mendapatkan selembar kertas HVS yang berisi karya fiksi nya dari genggaman tangan Nathan yang masih tidak menyerahkan lembar kertas HVS pada Nabila dengan mudah.
Pagi-pagi s kali Nabila harus di buat lati pagi karena ulah Nathan yang selalu menganggu nya dan usil terhadap kehidupan Nabila yang menarik untuk di ulas,tak ingin memberikan Nabila ketenangan barang sejenak pun.
"Balikin Nathan".Teriak Nabila,masih berusaha mengejar Nathan yang berlari ke sembarang arah, tanpa memelankan laju larinya.
Nathan,berhenti sebentar dan berbalut k badan menatap Nabila yang mulai kelelahan akibat ulah Nathan.
"Wleee.."Dengan sengaja nathan menjulurkan lidah,mengejek Nabila yang berlari pelan tak mampu mengejarnya.
Nabila,merasa tertantang dengan tingkah laku Nathan yang seenaknya menjulurkan lidah,mengejek dirinya yang masih sekarang belum mampu mengejar Nathan yang berlari cepat.
__ADS_1
"Awas kau".Gumam Nabila,geram dengan tingkah laku nathan.Sekuat tenaga Nabila berusaha mengejar Nathan yang kembali berlari menjauhi dirinya yang juga ikut berlari lebih kencang daritadi.
Nathan,tertawa terbahak-bahak sembari berlari menjauhi Nabila yang belum menyerah demi mendapatkan sekertas HVS dengan beberapa rangkaian cerita fiksi Nabila yang di buat dengan susah payah.
Nathan, berjalan menuju ke ruang kelasnya sebab bel tanda pelajaran akan di mulai sebentar lagi berbunyi nyaring dan lapangan sekolah mulai di padati oleh murid dan guru dari berbagai kalangan dan status sosial.
Nabila, terengah-engah mengatur tempo napasnya yang mulai tersengal dan kelelahan akibat memaksakan diri mengejar Nathan yang masih terus berlari tak tau arah.
Ting...Ting...Ting
Bel berbunyi, menandakan pelajaran akan di mulai.Di balik kebahagiaan Nabila,dia harus menelan kekecewaan karena bel berbunyi dengan nyaringnya.
__ADS_1
Nabila,terpaksa berjalan menuju ruang kelasnya tanpa bisa mendapatkan kertas HVS nya dan menempelkan di Mading perpustakaan sesuai dengan rencana nabila.
Mau tak mau,suka tak suka Nabila harus masuk ke kelas nya dengan berjalan gontai dan rasa lelah yang mulai menyerang tubuhnya akibat di paksakan berlari mengejar Nathan.
Di dalam kelas pun,Nabila tak mudah mendapatkan kembali kertas HVS yang ada di dalam genggaman Nathan sebab dia menyembunyikannya dengan begitu rapih dan tak bisa di ketahui oleh nabila, bertanya pun tak sempat sebab guru mata pelajaran pertama sudah datang secara on time dan disiplin.
Nabila,terus menoleh kearah meja Nathan yang duduk di sebelahnya.Memperhatikan gerak-gerik nya dan juga kelemahannya yang lagi-lagi tak mudah Nabila lakukan,sebab fokus nya harus terbagi dengan guru yang ada di hadapannya yang sedang menjelaskan mata pelajaran.
Jauh sebelum Nabila terus menoleh kearah Nathan,ada peristiwa lainnya yang tak kalah menggemparkan dan membuat Nabila bertanya-tanya.Yaitu tentang menghilang dan ketidakadaan Nita di dalam ruangan kelas.
Mendadak guru yang mengajar menjelaskan alasan ketidakadaan Nita dalam ruangan kelas yang ternyata Nita memilih pindah sekolah di semester akhir kelas 11 dengan alasan yang tak pasti.
__ADS_1
Hal itu membuat Nabila bertanya-tanya dan Noval yang mendesah kecewa dengan keputusan Nita yang sebelum nya tidak fi ketahui oleh dirinya terkait dengan kepindahan nya yang di rasa mendadak.