Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 185


__ADS_3

Asyik membaca pesan dan kesan yang di tinggalkan dari penikmat karya nya hingga Nabila kelelahan sendiri.Matsnya yang semakin menyipit tak bisa membohongi akan lelah jiwa dan raganya.


Malam pun semakin malam,dan waktu terus bergerak maju tanpa ada yang mau memundurkan nya barang satu menit pun.Jika pun ada, mungkin Nabila ingin bertemu dan mengucapkan sepatah,dua patah kata untuk dia ucapkan sebelum berpisah dengan seseorang yang mungkin berarti baginya.


"Hoam..."Kali ini,Nabila tak bisa lagi memaksakan diri terus duduk sembari menghadap pada layar laptop yang mungkin bisa merusak matanya.


Dengan segera,Nabila keluar dari aplikasi novel online dan mematikan layar laptop nya,untuk mengistirahatkan tubuh nya dari aktivitas di sepanjang hari sekaligus mengenyahkan pikiran nya tentang Nathan.


Nabila,beranjak ke kasur lusuh nya,menarik selimut sampai dada tak lupa dia mematikan lampu dan terlelap tidur dengan sendirinya tanpa ada yang memberikan komando.


......................

__ADS_1


Jauh di tempat sana,ada seseorang yang tak pernah beranjak dari kursi kebesarannya sembari menatap layar laptop dan beberapa ponsel pintarnya tergeletak di hadapannya.


Jari-jemarinya tak lelah memberikan pesan dan beberapa tanda di kolom komentar dari salah satu author yang dia tau dan sangat dia kenal akan kegigihan dan kerja keras nya bahkan dia sempat menuliskan beberapa kata mutiara untuk menyemangatinya,terlepas dari sang author menyadari nya atau tidak.Satu yang pasti,dia tidak pernah benar-benar menghilang dan meninggalkan nya sendirian.


"Nabila...Gadis tangguh ku".Gumam pria itu, matanya tak lepas dari layar laptop,mengamati satu persatu kosakata yang di tuliskan langsung oleh sang author dalam sebuah cerita nya.


Pria itu juga nampak mengetikkan beberapa kata, sesekali memberikan tips, beberapa tanda dan yang pasti pria ini adalah orang yang berjasa atas meningkat nya jumlah view dan beberapa pemasukan untuk nabila.


"Kau wanita hebat,pekerja keras,cerdas dan kau juga memiliki impian setinggi langit".Kata pria itu lagi,tak henti-hentinya memberikan pujian untuk wanita yang ada dalam hatinya namun belum sempat dia miliki karena suatu alasan.


Meski,dia mengantuk,lelah mata,pegal di bagian kaki, tangan dan pinggul nya.Tak mengurungkan dia untuk tetap memberikan dukungan kendati mungkin author terkasih nya tak mengetahui bahkan tak peduli dengan catatan kecil yang dia tulis di kolom komentar.

__ADS_1


Tak hanya laptop,tapi beberapa ponsel pintarnya pun ikut menyumbangkan beberapa tanda dan pesan yang di tinggalkan demi mendongkrak popularitas novel Nabila dengan harapan novel nya menjadi yang terbaik diantara yang terbaik.


Hati dan pikiran boleh saja saling bertolak belakang.Tapi,semangat dan tujuannya tak boleh mempengaruhi dirinya untuk terus menyemangati author terkasih nya.


Pria itu nampak keluar dari aplikasi novel dan mematikan layar laptopnya beserta dengan ponsel pintarnya.Dia berdiri dan meregangkan otot-otot nya yang mulai kaku dan pegal.


"Arghhh..."Teriak pria itu seiring otot-otot nya sudah merasa rileks,tak selalu tadi dan rasa pegal nya yang sudah berkurang akibat terlalu lama duduk sembari jari-jemari nya terus bekerja dan mata nya yang di paksa melek di tengah rasa kantuk yang menyerang.


...****************...


'Siapakah pria itu?,yang rela kakinya kram dan pegal akibat terlalu banyak duduk?, temukan jawabannya dengan terus mengikuti dan membaca karya ini dan nantikan kelanjutannya.... Terimakasih '.

__ADS_1


__ADS_2