
Kejadian apes menimpa Nathan,dimana motor sport nya mengalami pecah ban dan harus dia inap kan di bengkel terdekat agar dia tak kesiangan berangkat ke sekolah.
Meski ogah dan tak Sudi,Nathan dengan terpaksa harus berjalan kaki yang jaraknya baginya lumayan karena tak terbiasa berjalan kaki.
Bukan soal jarak,akan tetapi malu dan gengsi bagi Nathan yang selalu menggunakan motor sport atau bahkan menggunakan mobil keluaran terbaru hanya untuk berangkat ke sekolah dan menjadi pusat perhatian di kalangan lingkungan sekolah.
Entah karma baginya atau sebuah untaian do'a-do'a dari orang-orang yang pernah dia remehkan,tapi yang jelas mau tak mau Nathan harus berangkat sekolah dengan berjalan kaki.
Di saat hatinya resah gelisah, memikirkan reaksi teman-teman nya.Di saat itu pula tanpa sengaja Nathan melihat Nabila yang berjalan kaki di temani oleh sekelompok anak-anak sekolah yang bagi dia bak pelindung untuk menutupi rasa gengsi nabila.
"Ahah.."Pikirannya mengarah pada hal negatif yang pasti akan tertuju pada sosok Nabila yang selama ini menjadi bulan-bulanan Nathan mencari hiburan.
__ADS_1
Dengan langkah lebar, tanpa permisi pada pemilik bengkel yang menatap nya heran bahkan sempat berteriak hendak pergi kemana namun di urungkan kala langkah kaki Nathan tertuju pada seorang murid yang berangkat sekolah dengan berjalan kaki.
"Andai,dia adik ku pasti akan aku cubit pipinya dengan keras".Ucap Nabila yang terlihat gemas dengan ucapan dan tingkah laku dari bocah gembul.
"Dia manusia dan bukan boneka"Sahut Nathan dengan santainya.
Nabila terlihat celingak-celinguk mencari sumber suara dan alangkah terkejutnya dia saat mengetahui si pemilik suara itu yang tak asing lagi bagi dirinya dan juga kehidupan nya.
"Iya ini aku,bukan manusia apalagi setan".Jawab Nathan sekenanya.
Nabila terlihat menahan tawanya kala Nathan dengan santainya mengaku malaikat dan bukan setan.
__ADS_1
Jawaban Nabila pun tak kalah menohok dan mengejutkan nathan dengan mengatakan bahwa Nathan adalah setan dan bukan malaikat.Jawabwn seperti itu membuat Nathan kesal tapi memang tak menampik pengakuan Nabila terhadap Nathan yang bagi nya Nathan sudah seperti iblis di dalam kehidupan nya.
Tak kalah mengejutkan lagi bagi Nathan dimana Nabila ternyata sengaja berjalan dengan cepatnya untuk menghindari kontak mata dengan Nathan,bukan apa-apa tapi sepertinya dia memiliki trauma dengan Nathan atas perlakuan buruk Nathan terhadapnya.
"Nabila.."Teriak kencang Nathan memanggil Nabila yang berjalan dengan cepat demi menghindari nya.
Teriakan Nathan tak di gubris oleh Nabila,dia justru semakin mempercepat langkah kakinya semakin menjaga jarak dengan Nathan.
Dengan terpaksa Nathan juga harus berjalan cepat agar bisa menyusul Nabila yang dengan sengaja menghindari nya.
"Gadis miskin itu ternyata jalan kaki nya cepat banget".Keluh Nathan yang kewalahan mengejar Nabila agar tak tertinggal jauh.
__ADS_1
Sekuat tenaga Nathan mencoba untuk mengejar langkah kaki Nabila,lebih tepatnya dia merasa malu bila berjalan kaki sendirian sedangkan banyak pelajar sekolah dasar yang mengelilingi hampir di sepanjang perjalanan,ada yang berkelompok,ada pula yang berjalan sendiri-sendiri.Beda hal lagi bila Nathan berjalan berdampingan dengan Nabila pastinya dia tak terlalu merasa malu.