
Nita, dapat melihat Nabila yang tengah melayani pembeli yang membeli dagangannya,ada yang berjumlah banyak,ada pula yang sedikit dalam membeli dagangan nabila.
Dia, seperti tengah kelelahan namun senyum sumringahnya tak pernah lepas dari bibirnya sembari sesekali menjawab pertanyaan pembeli yang terlontar begitu saja,karena iba
Nita, dapat melihat Nabila yang gigih berjuang menggapai cita-cita nya namun segala rasa kasihan nya terhadap Nabila telah di tepian oleh sebuah pengkhianatan yang amat kejam baginya.
Di samping Nita,duduk seorang pria berperawakan tinggi dan agak gemuk tengah mengelus-elus tangan Nita, seakan menenangkan.
Nita,yang bimbang dalam bersikap antara ingin turun atau tetap diam mengamati.Rasa benci berbalut rasa kasihan menyelimuti hati Nita.
Barulah saat Nabila tengah melanjutkan perjalanannya dan pembeli mulai berangsur pergi,saat itu pula lah Nita terus membuntuti Nabila hingga dia punya kesempatan untuk menghampiri Nabila.
Tid...Tid..Tid
__ADS_1
Dengan sengaja,Nita membunyikan klakson mobil nya dengan cukup keras dan melengking tinggi,hal itu membuat Nabila berbalik badan,menatap mobil yang membunyikan klakson mobilnya.Nabila, mengerutkan keningnya sembari menyipitkan matanya seiring dengan penglihatannya yang sempurna menatap mobil Nita yang terhenti tepat di depannya.
Geram,terus menatap Nabila yang seakan tengah mengingat-ingat.Nita turun dari mobil nya, tanpa persetujuan dari pria yang ada di sebelahnya.
"N-ni-ni-ta".Antara terkejut dan tak percaya,hingga membuat Nabila terbata-bata menyebutkan namanya.
Nita,yang tak lagi merasa iba terhadap Nabila.Dia berdiri dengan anggun nya di hadapan Nabila yang terkejut atas kedatangannya yang tak terduga.
Nabila seperti biasa, hanya menunduk diam tanpa membalas kaya hinaan yang dia lontarkan untuk dirinya,.Nita menjadi lelah sendiri terus mengoceh mengeluarkan kata sampah untuk sahabat yang telah mengkhianatinya.
Pandangan Nita,mengarah pada kantong plastik berukuran besar yang Nabila tenteng di tangan kanan dan kirinya seperti kerepotan dan berat,tapi rasa iba Nita untuk Nabila seakan menghilang bersamaan dengan pengkhianatan nya.
Mata Nita tak bisa mengkhianati apa yang dia rasakan, lihatlah sahabatnya ini yang di kata miskin memang benar adanya dengan menggunakan seragam lusuh dan sudah menguning,tas punggung yang sering mendapatkan tambalan disana-sini dan sederet kisah pilu di dalamnya.
__ADS_1
Nita,memang tak menampik rasa kasihan untuk Nabila memang lah masih ada.Semakin di perhatikan malah semakin membuat mata perih, hampir Nita mengeluarkan cairan kristal bening di pelupuk matanya,tapi teriakan penuh kemesraan menghancurkan segalanya.
"Sayang".Teriak lembut seorang pria yang sudah berada persis di samping Nita bahkan merangkul tangan nya dengan mesranya.
Nita, melotot tajam pada pria yang dengan beraninya merangkul tangan nya,antara terkejut dan marah menjadi satu dalam diri Nita.
"Ayo,sayang kita pergi dari sini jangan terus berlama-lama dengan cacing parasit nanti kamu ketularan".Ajak si pria, dengan tak lupa melemparkan kata hinaan untuk nabila
Nita,mengangguk setuju.Tanpa sepatah katapun Nita meninggalkan Nabila yang sama terkejutnya dengan dirinya,saat tangan pria itu merangkulnya dengan mesra.
"Apa aku gak salah lihat?". Beberapa kali Nabila,mengucek matanya atas apa yang dia lihat.Matanya menangkap sebuah bayangan sosok laki-laki yang tak asing bagi dirinya.
Sampai deru mesin mobil Nita sudah tak terdengar lagi,Nabila masih tetap berdiam diri seakan dia tak bisa mempercayai apa yang sudah dia lihat barusan.
__ADS_1