Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 30


__ADS_3

Dari kejauhan dapat Nita lihat,pak Mario yang tersenyum sumringah berjalan dengan cepatnya entah apa alasannya yang pasti pak Mario bertingkah layaknya ABG yang sedang di mabuk asmara.


Dari samping Nita, Nabila tengah menempelkan karya fiksi nya yang dia tulis melalui kertas HVS,nabila nampak kesulitan menempelkan karya fiksi nya.Mau membantu pun,Nabila menolak tawarannya.


"Bil,aku bantu yah".Tawar Nita untuk kedua kalinya.


"Gak perlu,ini gak sulit kok".Tolak Nabila halus, padahal dia tengah berjuang untuk bisa menempelkan karya fiksi nya di Mading perpustakaan.


"Nabil,sedang menempelkan karya fiksi yah?". Pertanyaan itu terlontar dari bibir pak Mario, begitu lembut dan halus terdengar seperti bertanya pada kekasih hatinya.


Nabila,hendak menjawab pertanyaan pak Mario tanpa menoleh, sepertinya Nabila sudah terbiasa dengan suara pak Mario yang bertanya atau sekedar menyapa.


Pak Mario mendekati Nabila yang tengah kesusahan menempelkan Karya fiksi nya tanpa menoleh pada Nita yang berdiri tak jauh dari Nabila.


Nita, mengernyitkan keningnya, matanya menyipit seiring dengan jarak pak Mario yang semakin dekat dengan tubuh Nabila.Semakin di perhatikan,malah semakin mendekat mengabaikan Nita yang tak percaya dengan apa yang di lihat nya.

__ADS_1


"Ehem".Nita sengaja berdehem,di kala pak Mario menempelkan tubuhnya pada tubuh Nabila begitu intens nya.


Pak Mario, refleks mundur beberapa langkah dari tubuh Nabila, begitu pun dengan Nabila yang terkejut dengan suara Nita yang tiba-tiba berdehem seakan di sengaja.


"N-Ni-Ta".Saking terkejutnya hingga Nabila terbata-bata memanggil Nita yang bergeleng-geleng kepala.


"Emmm...Emmmm...Dunia serasa milik berdua".Sindir Nita,tersenyum mesem melihat kedekatan Nabila dan pak Mario.


Nita,tak perlu merasa cemburu apalagi marah pada Nabila yang ternyata dekat dengan pak Mario.Baginya Nabila dan pak Mario merupakan pasangan yang serasi dan romantis.Seandainya itu pun berjodoh.


Tapi,tidak dengan pak Mario.Dia malah dengan gamblang nya,berusaha mendekati Nabila yang tertunduk malu.


Tanpa di sangka, tanpa di sadari oleh Nita dan Nabila.Pak Mario, mengenggam tangan Nabila, seakan ingin menunjukkan pada dunia bahwa Nabila adalah miliknya.


Nita,melongo tak bisa mempercayai apa yang di lihatnya

__ADS_1


Sedang Nabila,reflek mendongakkan wajahnya menatap pak Mario yang tersenyum manis.


"Dagangan mu aku borong semua yah?".Bisik pak Mario,di dekat daun telinga nabila.


Tanpa sadar,Nabila menganggukkan kepalanya.Mengiyakan ucapan pak Mario, hanya dengan sekali sentuh saja pak Mario bisa dengan mudah merebut kantong plastik berisi dagangan nabila dan menyelipkan beberapa lembar uang pecahan 100 ribuan pada tangan nabila.


"Murid baik pasti akan di pertemukan dengan guru yang baik pula".Bisik pak Mario lagi,sebelum dia melenggang pergi meninggalkan kedua murid yang masih diam terpaku di tempat.


Nita,masih belum bisa mengatupkan mulutnya sampai bayang-bayang pak mario menghilang dari pandangan mereka.


"Tampan".Gumam Nita,tersadar akan paras rupawan pak Mario yang baru di sadari nya.


"Hush.. "Hardik Nabila, menyadarkan Nita dari lamunannya.


Nita,menoleh pada Nabila yang juga ikut menatap kepergian pak Mario.Nita, selidiki raut wajah dan juga tubuh Nabila.

__ADS_1


"Dagangan mu,kemana Nabil?".Tanya Nita, keheranan.


__ADS_2