
pemilik tenda yang berbaik hati memberikan makanan dan minuman pada Nabila untuk mengganjal perutnya yang mulai lapar.
Kebaikan nya bukan tanpa alasan,sebab di sekitar taman ini ada begitu banyak anak-anak seperti Nabila yang harus berjuang melawan kerasnya kehidupan.Tak, sedikit yang bertemu dengannya dan menceritakan masa kelam nya.
Cerita Nabila, mengingatkan si pemilik warung tenda akan perjuangan seorang pemuda dalam meraih cita-citanya di ekonomi yang sulit,sama seperti gadis yang ada di hadapannya.
Gadis yang baru di ketahui nya bernama Nabila Kemala,seorang siswi menengah atas harus rela berjualan makaroni demi membantu ibunya dan membiayai sekolah nya.
Cerita itu, seakan mengingatkan pemilik warung tenda pada pemuda yang baik hati yang tanpa sengaja dia temukan dalam keadaan lemas tak berdaya,badan menggigil kedinginan,seluruh tubuhnya bergetar hebat dan bibir nya pucat.Dengan memegangi perutnya,pemuda itu menatap nanar kepadanya seakan meminta belas kasihan padanya.
__ADS_1
Sama seperti gadis yang ada di hadapannya,yang dengan lahap menyantap mie instan yang dia berikan beserta dengan air teh hangat,untuk menghangatkan tubuhnya di kala hujan.
Gadis itu,pada mulanya malu-malu menerima makanan pemberiannya,namun cacing nya yang terus berdemo memaksanya untuk menepis segala ego dan rasa malunya.
Pemilik warung tenda itu, menatap nanar pada gadis yang ada di hadapannya sembari tersenyum getir.Gadia yang beralaskan sandal,pakaian lusuh dan terkena tetesan air hujan.
"Ya Rabbi,akan sampai kapan ada manusia seperti yang ada di hadapan ku ini?". Tanpa terasa pemilik warung tenda itu meneteskan air mata,dia kita hanya pemuda itu saja yang bernasib malang,tapi ternyata dia salah.
Sengaja dia tak langsung pulang,tak seperti pedagang yang lainnya yang memilih pulang.Tapi,demi melihat pemuda yang di tolong nya dulu.Dia urungkan niatnya untuk pulang,menunggu di pemuda itu untuk datang menghampiri warung tenda nya dan meminta segelas susu hangat untuk menghangatkan perutnya.
__ADS_1
"Terimakasih pak,maaf".Suara gadis yang meminta maaf dan penuh sesal,telah membuyarkan lamunan si pemilik warung tenda.Dia menoleh kearah gadis yang di tolong nya tanpa sengaja.
"Tak perlu meminta maaf dan jangan sungkan untuk meminta bantuan dari ku".Sahut si pemilik tenda sembari tersenyum dan beranjak dari tempat duduknya.
Bukannya merasa senang akan kebaikan orang yang baru di kenalnya dan menawarkan dia makan gratis dengan bercerita kisah pilu nya,justru Nabila semakin tak enak hati dan sungkan.Untuk mengembalikan mangkuk saja, rasanya malu bagi nabila yang menerima kebaikan dari orang tak di kenalnya.
"Pak,saya pesan segelas susu hangat.Seperti biasa".Teriak seorang pria di belakang Nana dengan begitu kencangnya,berburu dengan suara kilat petir yang tiba-tiba muncul mengagetkan seluruh penghuni bumi.
"Siap".Balas teriak si pemilik warung tenda seperti sudah terbiasa menerima pesanan dari seorang pemuda.
__ADS_1
Nabila masih duduk diam,di kala pemuda itu juga ikut duduk di samping nabila yang kebetulan kursinya hanya satu dan memanjang.
Nabila, menundukkan pandangannya.Merasa malu pada si pemilik warung tenda tapi juga takut pada pria yang duduk di sebelah nya dengan pakaian basah terkena air hujan.