Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 142


__ADS_3

Nabila terbangun oleh suara Kokok ayam yang terdengar nyaring membangunkan penghuni rumah dari lelapnya tidur dan bunga mimpi yang menambah malas untuk bangun pagi,memulai harinya dengan kegiatan kemarin yang belum terselesaikan atau bahkan menunaikan mimpi dan asa yang belum tercapai.


"Hoam...".Nabila menggeliat, semalam tanpa sadar dia tertidur di dekat laptop nya dalam keadaan terduduk menambah sakit di seluruh persendian otot-otot nya.


Nabila, menyesuaikan diri dengan cahaya matahari yang malu-malu mengintip melalui celah-celah kecil bilik rumahnya,terasa sakit dan pegal tangan dan kakinya.


"Jam berapa ini?".Nabila,menoleh kearah jam dinding yang terletak tak jauh dari tempat tidur dan alangkah terkejutnya dia saat dirinya mendapati arah jarum jam yang menunjukkan pukul 6 pagi,yang menandakan dirinya bangun kesiangan.


Tanpa memikirkan hal lainnya,Nabila bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa aktivitas semalam dalam bunga mimpi yang memabukkan.


Nabila,terus berjalan dengan menyabet handuk tak lupa membawa baju seragam yang akan dia gunakan sebelum masuk ke kamar mandi sederhananya.

__ADS_1


"Hati-hati bil, jangan lari-lari begitu".Ucap ibu martinah, memperingatkan Nabila agar berhati-hati dalam berjalan,tapi Nabila tak menghiraukan peringatan ibunya.


Cemas dan takut mendominasi diri Nabila yang harus kembali bangun siang tanpa mempersiapkan dagangannya seperti yang selalu dia lakukan untuk menambah pundi-pundi uang,bukan untuk membeli laptop apalagi smartphone melainkan untuk kebutuhan sehari-hari.


Laptop yang sangat Nabila inginkan telah di belikan oleh ibu martinah, sesuai dengan keinginannya meski Nabila sendiri tak pernah bertanya perihal yang yang di dapatkan oleh ibunya dalam menambah kekurangan uang untuk membeli laptop.


Nabila, melakukan mandi cepat karena di kejar waktu dan beberapa rencananya yang sudah dia susun dengan sedemikian rupa.


Selesai mandi pun,Nabila makan dengan terburu-buru tak peduli ibu martinah beberapa kali memperingatkan Nabila agar tak terburu-buru dalam melakukan suatu hal apalagi makan,yang notabenenya tak bisa di lakukan deng secara terburu-buru.


"Nabil,kalau makan jangan terburu-buru tidak baik untuk kesehatan tubuh mu". Beberapa kali ibu martinah memperingatkan Nabila tapi selalu di hiraukan oleh Nabila yang di Landa panik dan cemas.

__ADS_1


Nisa dan ibu martinah saking pandang dengan kelakuan Nabila yang tidak biasanya apalagi sampai menghiraukan peringatannya agar tak terburu-buru dalam melakukan segala sesuatunya.


"Aku sudah selesai mah,aku pamit dulu".Ucap Nabila,sembari menyalami tangan ibu martinah tak lupa mengendong tas punggungnya dan laptopnya yang sudah dua masukkan ke dalam tas punggung lusuhnya.


Ibu martinah dan Nisa kembali saling pandang,Nabila yang biasanya bersikap tenang dan tak terburu-buru seperti sekarang berubah menjadi serba cepat dan di Landa kepanikan.Entah apa yang sudah dia rencanakan,tapi ibu martinah selaku ibu Nabila tak putus mendo'akan anak-anak nya apalagi Nabila yang bercita-cita dan bermimpi menjadi seorang penulis.


Nabila,yang biasanya selalu direpotkan dengan harus membawa kantong plastik berukuran besar dengan berisi dagangannya, kini dia berjalan dengan tergesa-gesa dan tanpa ada yang menghalangi.


Anak-anak di sepanjang perjalanan pun sampai menatap heran pada kakak kelasnya yang biasanya berteriak memanggil pembeli, sekarang terlihat berjalan dengan terburu-buru.


"kok kakak Nabila gak dagang lagi sih".Keluh anak sekolah yang biasanya membeli dagangan nabila.

__ADS_1


__ADS_2