Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 150


__ADS_3

Ibu guru melati terdiam,ada benarnya apa yang di ucapkan oleh Nabila tapi tak sepenuhnya salah.Pemikiran seperti ini harus di luruskan dan di berikan penjelasan agar tak salah paham lagi.


"Nabila".Panggil ibu guru melati,meminta Nabila untuk menatapnya.Namun,Nabila tetap memalingkan mukanya,agar dia tak lagi meneteskan air matanya.


"Nabila".Panggil ibu guru melati sekali lagi sembari menyentuh tangan nabila,meminta Nabila untuk menatapnya lagi dan tak membuang wajahnya seperti orang yang membenci dirinya.


"Nabila,look at me".Pinta ibu guru melati dengan tegas.


Nabila pun perlahan menoleh kearah ibu guru melati yang menatapnya dengan tajam, seakan menyiratkan rasa kecewanya terhadap dirinya.


"Kau memang berasal dari keluarga tak berada bahkan kau juga sekolah disini karena mendapatkan beasiswa.Lalu,apa masalah nya?,apa yang membuat kamu minder dan down,Nabil?,sedang di luar sana mereka hanya mengandalkan dan menghabiskan uang orang tua mereka tanpa bisa membanggakan orang tuanya". Tanpa sadar ibu guru melati,menggertak Nabila yang menunduk.

__ADS_1


Nabila, terdiam sembari menunduk.Ini pertama kalinya Nabila mendengar ibu guru melati menggertak nya seakan melampiaskan segala emosi yang ada.


Ibu guru melati, terlihat mengatur napasnya setelah berteriak pada Nabila bahkan sampai-sampai murid yang ada di perpustakaan itu menatap heran padanya.


Dengan terpaksa ibu guru melati harus meminta maaf atas tingkah laku dan juga ucapan nya yang berani berteriak padahal dia sendiri yang membuat aturan agar tak berisik selama berada di ruang perpustakaan.


"Maafkan ibu anak-anak, silahkan lanjutkan kembali".Ucap ibu melati,menyesal dengan tindakan nya sendiri akibat tak bisa mengontrol emosinya kala berhadapan dengan Nabila yang di tudung masalah dan terbawa suasana.


"Kau memang berasal dari keluarga yang kurang mampu Nabil,kau bisa sekolah dengan ratusan murid yang berasal dari keluarga terhormat dan terpandang adalah suatu kebanggaan untuk mu dan juga murid yang berasal dari kalangan bawah.Jadilah contoh untuk mereka dan teladan untuk mereka yang memiliki mimpi ". Nasehat ibu guru melati, tanpa menjeda.


Nabila, mengangguk kepalanya,setuju dengan ucapan ibu guru melati yang kembali harus menasehati dirinya yang down akibat kata hinaan dan merendahkan dari Nathan and the geng.

__ADS_1


Ibu guru melati, tersenyum kala Nabila mengangkat wajahnya dan menatap dirinya seakan api semangat itu kembali berkobar di dalam diri Nabila yang sempat padam,di padamkan oleh sebuah kata-kata pedas menusuk hati dan menghantam Jiwanya.


"Aku suka dengan semangat mu,Nabil.Meski kau berasal dari keluarga tak mampu tapi kau mampu bersaing dan berada diantara murid yang berasal dari kalangan elit".Ibu guru melati, memberikan pujian untuk Nabila dan membangkitkan semangat untuknya.


Nabila, mengenggam tangan ibu guru melati dan tersenyum mengucapkan beribu terima kasih atas nasehat dan juga dukungan nya untuk dirinya.


"Tak apa Nabil, teruslah bermimpi sampai orang-orang bilang' lihatlah Nabila yang berasal dari keluarga miskin tapi mampu menjaga orang sukses' ".Ibu guru melati kemudian memeluk tubuh Nabila, menyalurkan energi negatif untuk murid pintar dan rajin nya yang memiliki segudang prestasi dan juga mimpi setinggi langit.


"Bay the way,itu laptop baru yah?". Tanya ibu guru melati sembari melepaskan pelukannya pada Nabila yang sudah membaik.


.

__ADS_1


__ADS_2