Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 200


__ADS_3

Malam telah kembali hadir dan menyapa,angin malam yang saling berhembus menambah penyakit babi orang yang sedang begadang.


Nabila,sudah duduk sembari menghadap layar laptopnya.Harap-harap cemas dirinya menanti sebuah harapan yang insha Allah bisa merubah nasibnya dan keluarganya sendiri.


Nabila, sengaja tak memberitahukan Nisa dan ibu martinah terlebih dahulu karena ingin menunggu sebuah keputusan yang pasti dan tak ingin mengecewakan mereka.


Sudah sejak satu jam lalu,Nabila tak pernah berhenti berdo'a sembari terus memantau layar laptopnya dengan mengatupkan kedua tangannya.


"Bismillah...Ya Allah". Hatinya cemas dan tak karuan, seperti sedang ada terapi jantung.Tapi,yang di nantikan oleh Nabila tak kunjung juga muncul.


Rasanya Nabila sudah merasakan pegal si kaki dan matanya yang sudah terasa berat,akan tetapi demi sebuah kabar.Nabila,rela menunggunya meski keputusannya mungkin di rasa masih lama lagi.


Ting


Ting

__ADS_1


Ting


Beberapa notifikasi muncul di layar laptop Nabila, notifikasi itu berasal dari rider nya para penikmat karya fiksi nya dengan beberapa pesan dan kesan tercantum disana.


Tak lupa,Nabila membaca notifikasi itu dan kesemua nya memberikan motifasi dan terkesan dengan cerita yang di buat oleh Nabila hingga Nabila tak sengaja membaca sebuah komentar yang sekali lagi itu membuat kenangan di masa lalu nya kembali hadir dan luka yang sempat mengering terbuka kembali.


**Dear,my Hero and supervisor


Murid tangguh ku,wanita hebat,kuat dan juga pintar.Terus lah berkarya dan meraih cita-cita sesuai dengan impian mu**


Komentar itu membuat Nabila menutup layar laptopnya dan memalingkan mukanya ke sembarang arah.


Nabila,kembali membuka layar laptopnya dan memeriksa nama dari rider yang menurutnya itu adalah Mario.


Nabila, memeriksa nya foto profil dan juga nama.Namun,yang terpampang seakan menunjukkan bahwa dugaannya tidak benar dan hanya pikirannya saja yang membuat dia membuka kembali kenangan di masa lalu.

__ADS_1


"Ah, ternyata itu hanya dugaan ku saja".Gumam Nabila,sembari menghela napasnya lega.


Nabila,kembali menantikan sebuah kabar dan tetap memantaunya seperti burung elang yang memantau mangsanya dan siap menerkam bila di rasa sudah cukup.


Dag-dig-dug,resah gelisah Nabila menantikan kabar itu dengan berharap tinggi,tak lupa dia berdo'a pada sang Illahi atas segala keajaiban dan keberuntungannya.


Detik demi detik,menit demi menit kabar itu sebentar lagi akan muncul dan nama dari author terpilih akan terpampang dengan jelas di layar laptop Nabila.


"Bismillah.."Nabila,tak henti-hentinya memegang dadanya sembari terus memantau laptop nya.


"1...2.. 3..."


"Nabila Kemala".


Yah,nama dari author terpilih dan yang menjadi pemenangnya adalah nama diri nya sendiri.Nabila, seakan tak bisa mempercayainya.Hampir dia pingsan di tempat,beruntung dia bisa menguasai dirinya dan kembali menatap layar laptopnya.

__ADS_1


"Ini mimpi ataukah hanya sebuah harapan yang menjadi ilusi?".Nabila, menepuk-nepuk pipinya mencoba menyadarkan dirinya sendiri dan rasanya sakit.


"Ini berarti bukan mimpi".Gumam Nabila lagi, hampir berteriak histeris dan bila tak malu mungkin dia akan melakukannya dan membangunkan jiwa-jiwa yang sudah terlelap di buai bunga mimpi.


__ADS_2