Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 146


__ADS_3

"Nita pindah?".Nabila terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri seakan tak mempercayai semua yang terjadi.


Noval,terlihat kecewa dan marah pada dirinya sendiri sebab kepindahan Nita tidak di ketahui oleh dirinya padahal dia sudah mengklaim mengetahui seluk-beluk kehidupan Nita,wanita yang diam-diam dia sukai.


Noval, mengepalkan tangannya.Ingin marah pada siapa?,kecewa pun sudah terlambat terjadi tanpa bisa dia cegah apalagi kepindahannya yang di rasa janggal.


"ini pasti perbuatan si Mario Balotelli".Geram Noval,menuduh pak Mario sebagai biang dari kepindahan Nita yang mendadak dan tanpa alasan yang pasti.


Nathan, menenangkan sahabatnya yang susuk di sampingnya.Takut Noval akan berbuat di luar kendali dan bahkan merugikan dirinya sendiri.


Lima belas menit berlalu dengan begitu cepat, perhatian Nabila beralih pada Nathan yang duduk di sebelahnya dengan tenang tanpa merasa bersalah.Kendati demikian Nabila tetap fokus belajar,tak terganggu pada pria yang selalu usil mengusik kehidupannya.

__ADS_1


Mata pelajaran yang pertama memang pelajaran sejarah,metode menjelaskan selalu di pulih oleh guru tersebut sekaligus mata pelajaran yang menyenangkan sebab murid tak perlu berpikir dengan keras untuk mengerjakan tugas.


Murid hanya duduk diam sembari mendengarkan penjelasan dari guru mata pelajaran dan waktu terus berganti tanpa terasa.Hal ini pula yang membuat Nabila lebih leluasa memantau Nathan yang duduk dengan tenang tanpa merasa terusik.


"Sih,emang amuba tak tau diri".Gumam Nabila,merutuki perbuatan Nathan yang tanpa bersalah duduk dengan tenang.


Nabila langsung menghampiri meja Nathan begitu guru sudah keluar dari ruangan kelas dan mata pelajaran pertama telah selesai,tinggal menunggu guru di mata pelajaran ke-2 masuk ke kelas.


"Heh,amuba.Balikin kertas HVS gue".Gertak Nabila sembari memukul meja Nathan dengan cukup keras.


Nathan,menoleh kearah Nabila yang sudah berada di depannya,namun kemudian tak menghiraukan tatapan Nabila yang tajam setajam silet.

__ADS_1


Nabila,mendadak naik pitam dengan sikap Nathan yang acuh tak acuh bahkan tak menghiraukan permintaannya yang tak bisa di lakukan dengan cara baik-baik.


"Nath,gue minta sama loe secara baik-baik.Balikin kertas HVS gue".


"Kalau gue gak mau bagaimana?".Sahut Nathan tanpa menoleh kearah nabila.


"Loe harus ngebalikin hak miliknya k orang lain,sebab loe gak tau seberapa orang lain berusaha menggapai impiannya" .Ucap Nabila,sembari menggemelatukkan giginya geram terhadap sikap nathan.


"Haha ..Haha..Haha". Bukan nya tersadar akan kesalahannya,Nathan justru tertawa dengan cukup keras di ikuti oleh Noval yang juga mencemooh dirinya."Kau punya mimpi?,sejak kapan gadis miskin seperti lie punya mimpi?".Sindi Nathan, tanpa memperdulikan perasaan nabila.


Tak hanya Nathan yang tertawa terbahak-bahak, melainkan hampir seluruh isi ruangan kelas ikut tertawa.Menertawakan Nabila,yang memiliki mimpi padahal dia berasal dari keluarga miskin.

__ADS_1


Mendapatkan penghinaan dari rival debat nya di susul oleh teman-teman kelas nya,Nabila beranjak menuju mejanya dengan luka hati dan rasa malu yang tidak bisa lagi dia bendung.


Nabila,untuk pertama kalinya mengeluarkan cairan bening di pelupuk matanya karena tak kuat menerima penghinaan dari teman-teman kelasnya tanpa ada satupun yang berani membelanya.


__ADS_2