Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 171


__ADS_3

Nabila terlalu asyik merangkai kata demi kata menjadi sebuah cerita yang dia harapkan bisa menarik para penikmat karya fiksi dan bisa merubah nasib nya melalui novel yang dia tulis secara online.Dia tidak berharap banyak tapi menganggap menulis novel sebagai cara dia untuk mengeluarkan pendapatnya termasuk membagikan kisahnya dengan semua orang.


Di semangati oleh rider nya, sampai terlupakan sosok Nathan yang sempat menari-nari diatas pikirannya,mario yang sudah jauh tertinggal dan keberadaan Nisa dan ibu martinah yang berada di ambang pintu saja tak Nabila sadari saking bersemangatnya dia dalam menulis rangkaian cerita hidup nya.


Waktu demi waktu tanpa terasa terus bergerak maju dan Nabila yang terus bersemangat tak menyadarinya.


"Hoam..."Rasa kantuk pun Nabila singkirkan dan abaikan demi memuaskan penikmat karya fiksi nya terlebih lagi Nabila memiliki target dan tujuannya sendiri di karenakan waktu habis dalam membuat novel onlinenya semakin terbatas dan semakin mepet.Nabila harus mengejar waktu.


"Hoam..."Nabila kembali menguap tapi dia mengabaikan nya untuk kedua kalinya,selagi pikirannya masih bisa diajak berkompromi dan terus mengalirkan rangkaian cerita agar dia bisa menyelesaikan nya dengan tepat waktu dan sesuai dengan rencananya.


Mata Nabila meredup,kendati pikirannya terus memaksa tangan dan matanya untuk terus bekerja mengejar target.

__ADS_1


"Hoam..."Untuk ketiga kalinya Nabila menguap,kali ini di sertai dengan pandangannya yang kabur dan kecepatan tangan nya tak secepat tadi.Perlahan tapi pasti mata Nabila tertutup, tangannya tak lagi bekerja dan pikirannya yang buntu.


Nabila,tertidur dalam keadaan laptop yang masih menyala dan dia masih berada di dalam novel nya serta terhubung dengan para rider nya.


...****************...


Kring....Kring...Kring


"Hah..."Nabila mengerjap, pikirannya di paksa untuk kembali tersadar dari dunia nyata dan bukan lagi berada di alam bawah sadar.


"Jam berapa ini?".Nabila celingak-celinguk kesana-kemari belum tersadar sepenuhnya.Namun,saat tersadar dia baru menyadari laptopnya masih dalam keadaan menyala.

__ADS_1


"Astaghfirullah".Nabila kaget bukan main karena semalam dia lupa mematikan layar laptopnya dan bahkan dia belum sempat keluar dari aplikasi novel onlinenya.


Nabila memeriksa layar laptopnya dan juga novel yang sudah dia tulis dengan susah payah.Tidak ada..Tidak ada yang perlu dia khawatirkan semua dalam keadaan baik-baik saja hanya satu yang membuat dia heran adalah jumlah pembacanya yang semakin meningkat dalam semalam dan beberapa jejak yang di tinggalkan.


"Tak ku sangka".Ucap Nabila tak percaya dengan jumlah view nya yang melonjak naik dalam semalam dan yang membuat dia heran adalah view nya mencapai ribuan orang dengan nama dan profil yang tak kalah jauh berbeda satu sama lainnya.


Rasa senang berbaur rasa curiga menjadi satu dalam diri Nabila kendati pikirannya belum tersadar sepenuhnya akibat dari tidur singkatnya yang terasa pusing bagi nya belum lagi sederet kejadian aneh yang tak di pahami oleh Nabila seutuhnya.


"Nabila...."Belum tersadar sepenuhnya san mengerti dengan semua yang terjadi,Nabila kembali di kejutkan oleh suara teriakan ibu martinah yang memanggilnya dari arah luar.


"Iya sebentar".Sahut Nabila,membalas teriakan ibunya.

__ADS_1


Dengan segera Nabila mengeluarkan aplikasi novel online-nya dan menonaktifkannya untuk kemudian laptop Nabila mati secara keseluruhan dan menyimpannya di tempat yang aman untuk sesegera memenuhi panggilan sang ibu.


__ADS_2