Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 143


__ADS_3

Tak sedikit pula yang mengeluh karena Nabila tak terlihat membawa kantong plastik betisi dagangannya padahal mereka telah menantikan kakak kelasnya berteriak memanggil pembeli bahkan sampai kesusahan berjalan hanya karena membawa kantong plastik berisi dagangannya.


Kakak kelas mereka,sekarang terlihat berjalan terburu-buru tanpa membawa dagangannya yang selalu dia tawarkan pada adik kelasnya khususnya pada anak SD yang sering membeli dagangannya.


Meski terlihat kecewa dan bertanya-tanya mereka tak memperbesar masalah dan kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ke sekolah mereka masing-masing dengan tujuan dan harapan yang berbeda-beda.


Senada dengan Nabila yang memiliki tujuan yang pasti,menimba ilmu dan juga meraih mimpinya sebagai penulis novel terkenal di sela-sela kesibukannya dalam belajar.


Nabila,tak membutuhkan waktu lama untuk sampai di sekolah nya hanya membutuhkan waktu 10 menit.5 menit lebih cepat dari biasanya bahkan sampai 15 menit dari waktu biasanya yang dia habiskan dalam menempuh perjalanan nya menuju sekolah nya.


Nabila masih menulis cerbung si kertas HVS untuk dia tempelkan di Mading perpustakaan tanpa memiliki gangguan lagi dari pak Mario, terkecuali gangguan dari Nathan yang selalu menganggu nya dimana pun dan kapanpun dia berada.Seperti saat ini,saat Nabila hendak menempelkan cerbung nya di Mading perpustakaan.

__ADS_1


"Percuma loe nulis terus,orang gak ada yang pernah membaca karya loe".Sindir Nathan,kembali menganggu Nabila dan mematahkan semangat Nabila dalam menulis karya fiksi nya dan terus mengembangkan bakat terpendam nya.


Nabila,tak menghiraukan celaan Nathan yang tak pernah berhenti menganggu nya bahkan sempat membuat Nabila down akibat kata celaan dan hinaan Nathan terhadap karya fiksi nya.


Merasa terabaikan oleh Nabila yang biasanya selalu membalas hinaannya bahkan sering beradu mulut hanya untuk membela harga diri dan kehormatan nya.


Nathan, menghampiri Nabila dan menarik kerudung Nabila,hingga Nabila hampir terjengkang.


Nathan,tak terkejut dengan gertakan Nabila bahkan tak takut sama sekali justru Nathan merasa tertantang dan tersenyum bahagia dengan respon Nabila.


"Tidak bisa,gue akan tetap terus menganggu loe sampai loe jera".Sahut Nathan,tertawa meremehkan.

__ADS_1


Nabila,memutar matanya jengah.Selalu seperti itu,semakin di ladeni malah semakin membuat Nathan bahagia terbukti dengan tawanya yang menunjukkan rasa kegembiraan untuk diri Nathan yang usil terhadapnya.


Nabila, memilih acuh tak acuh pada Nathan dan kembali berusaha untuk menempelkan karya nya di Mading perpustakaan tak peduli Nathan yang mungkin terus berusaha bersikap usil kepadanya.


Tapi,belum sempat Nabila beranjak menuju Mading perpustakaan yang letaknya tak jauh di depannya, tangan Nathan menepis tangan Nabila hingga kertas HVS yang ada di tangan nya terjatuh dan tepat berada di bawah Nathan.


Nabila,harus mengelus dadanya menerima perlakuan Nathan yang bersikap usil dan selalu menganggu nya seperti tak menginginkan dia tenang dari perlakuan dan sikap nathan.


Nabila,hendak mengambil kertas HVS yang terjatuh tepat di bawah kaki Nathan tapi lagi-lagi usaha Nabila mendapatkan gangguan dari Nathan,dimana Tangi Nathan lebih dulu mengambil kertas HVS milik Nabila.


"Kembalikan gak?".Nabila,tak bisa lagi menahan kesabarannya atas perlakuan Nathan terhadapnya.

__ADS_1


Nathan, membolak-balikkan kertas HVS berisi karya fiksi Nabila dan menatap meremehkan kemampuan nabila,tak menghiraukan ancaman Nabila yang terus berusaha mendapatkan kembali kertas HVS berisi karya fiksi nya.


__ADS_2