
Ulasan senyum Nabila berikan pada orang yang tak sengaja berpapasan dengannya bahkan bertanya tentang keadaannya yang tak pernah berhenti meneteskan air mata.
Di balik senyuman palsunya, dan ingin rasanya Nabila berteriak sekencang-kencangnya,bola ada bahu untuk bersandar akan dia lakukan dan menumpahkan segala keluh kesahnya.Namun, sayangnya tak ada bahu untuk bisa bersandar,tak ada orang yang bisa mengerti dengan perasaannya.Dia hanya mampu menyimpan nya dalam diam.
Nabila,sering nya berbohong pada ibu dan adiknya.Dia tak pernah bercerita terus terang pada dua orang wanita yang amat dia cintai dan jaga perasaannya.
Sampai di rumah pun,Nabila bersikap semua baik-baik saja tak ada hati buruk bahkan dia berbohong kalau teman-teman nya menyayangi dia tanpa memandang status dan kasta yang di milikinya.
Ibu martinah,sudah mendingan dari penyakit lambung nya hanya tinggal terasa pusing saja dan si kecil Nisa bisa tidur nyenyak tanpa khawatir ibunya dengan keadaan ibunya di
Malam ini,malam yang bertabur bintang.Nabila,kembali absen menyiapkan barang dagangannya.Beberapa kali ibu martinah bertanya,tapi selalu ulasan senyum yang di berikan oleh nabila.
__ADS_1
Uang pemberian pak Mario cukup untuk dia absen dagang satu sampai dua hari.Barang dagangan yang tanpa dia sadari sudah berpindah tangan bahkan pak Mario memberikan uang lebih padanya dari yang yang harus di bayarkan semestinya.
Ide demi ide seperti memberontak ingin di keluarkan setelah beberapa hari Nabila absen menuangkan beberapa gagasan dan pemikiran nya dalam sebuah buku diary yang sudah dia sulap menjadi buku novel.
Nabila sudah siap dengan buku diary, bolpoin dan juga cahaya lilin yang menerangi dia menorehkan rangkaian cerita nya dalam sebuah karya fiksi.
Perlahan tapi pasti tangan Nabila,lihai merangkai kata demi kata membentuk sebuah alunan cerita hidupnya dan pengalaman nya di sertai dengan beberapa ide dan gagasannya.
Dear,novel
*Ada gadis miskin yang dengan berkat kepintaran nya dia mendapatkan beasiswa menempuh pendidikan di sekolah elit dan favorit.Dimana semua muridnya rata-rata berasal dari kalangan atas.
__ADS_1
Dear,novel .
Apakah gadis itu tak pantas menempuh pendidikan di sekolah elit hanya karena dia miskin bahkan dia sering menerima bullying dari teman sekelasnya*..
Nabila, seakan mencurahkan isi hatinya pada buku diary yang menjadi buku novel.Dear,novel seakan dia tengah bercerita dan menumpahkan segala emosi yang ada.
Dengan tetesan air mata membasahi lembaran kertas demi kertas seiring dengan rangkaian kata yang dia torehkan dalam buku diary, merangkai nya menjadi sebuah cerita yang berasal dari pengalamannya.
Hanya dengan melalui menulis karya fiksi lah Nabila bisa mencurahkan hati dan perasaannya seperti kata pak Mario, dengan menulis karya fiksi kira bisa bebas leluasa mencurahkan isi hati kita tanpa di ketahui oleh orang lain, tanpa di sebarkan luaskan opini nya tanpa penjelasan.
Dengan melalui menulis karya fiksi pula,dia bisa mengasah pengetahuan dan ilmu wawasan nya yang bisa di nikmati oleh kalangan pembaca dengan menyamarkan nama tokoh, tempat dan waktu.
__ADS_1
Tak terasa waktu terus bergulir,novel Nabila pun sudah hampir rampung dan lilin mulai habis meleleh.Nabila, mengakhiri ceritanya dengan harapan cerita nya bisa menginspirasi melalui karya fiksi yang berjudul ' Dear novel '.