Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 50


__ADS_3

Nabila,bergegas pulang tanpa perlu mampir terlebih dahulu ke ruang perpustakaan,tidak pula harus ikut pulang dengan Nita.Ada banyak hal yang harus dia lakukan,dari menanyakan uang makaroni yang di titipkan nya pada ibu kantin,belanja keperluan barang dagangan dan yang pasti Nabila harus cepat sampai ke rumah.


"Aku harus cepat pulang".Gumam Nabila, langkah kakinya begitu lebar dan cepat menuju kantin sekolah.


Jarak ruang kelas dan kantin tak terlalu jauh tapi Nabila memiliki target dan waktu yang harus dia capai dengan cepat dan sesegera mungkin.


Dengan kecepatan berjalan Nabila yang di atas rata-rata dia bisa cepat sampai di kantin dan langsung bertanya pada ibu kantin,tak melakukan interaksi lain kecuali bertanya tentang dagangan nya.


"Maaf nih Bu,saya buru-buru jadi langsung ke intinya aja".Ucap Nabila,tak sabaran menunggu ibu kantin yang sedang melayani pembeli.


"Sabar Nabil,ibu kantin sedang repot".Sahut seorang pria yang ada di belakang nabila.


Nabila,memutar tubuhnya dan mendapati orang yang dia hindari tengah menegak minuman mineral dengan rakusnya seperti sudah melakukan lari maraton saja dia.

__ADS_1


Nabila,terlonjak kaget dengan kehadiran pria itu tanpa dia sadari,pria itu malah ada di hadapannya sambil sesekali tersenyum padanya.


"Ibu,mengerti Nabil".Sahut ibu kantin,sembari menyodorkan uang hasil jualan makaroni.


Nabila,memutar tubuhnya lagi berhadap-hadapan dengan ibu kantin yang tiba-tiba sudah ada di belakangnya dan langsung menyerahkan uang hasil jualan makaroni yang dia titipkan.


"Ibu mengerti Nabil, dengan kegiatan kamu yang super padat".Kata ibu kantin lagi, membuyarkan lamunan nabila.


"I-Iya".Sahut Nabila, terbata-bata antara terkejut dan tak percaya.


"Ibu tidak mengambil keuntungan,ini semua buat kamu".Ibu kantin itu, menyerahkan uang ke dalam genggaman tangan Nabila sembari tersenyum dan mengelus punggung tangan nabila.


"Tapi, kenapa Bu?,ibu melanggar. perjanjian".Nabila, menyerahkan kembali uang yang di sodorkan oleh ibu kantin.Namun,ibu kantin tetap menolak nya.

__ADS_1


"Ini untuk kamu semua,anggap saja ibu sedang menolong murid tangguh untuk meraih cita-citanya".Sahut ibu kantin.


Nabila berkaca-kaca tak bisa dia percaya akan ada orang baik di sekitarnya di tengah kemelut ekonomi yang menghimpit kehidupan nya.


Ibu kantin itu memeluk tubuh Nabila yang hendak mengeluarkan cairan bening di pelupuk matanya penuh dengan sayang.


"Anak tangguh, jangan pantang menangis.Terkadang hidup itu tak adil,tapi kamu harus kuat menghadapi segala cobaan hidup.Yakin lah Tuhan yang maha kuasa,pasti akan membalas semua penderitaan mu dengan kebahagiaan yang pasti kamu dapatkan".Nasehat ibu kantin,mengelus punggung Nabila penuh dengan sayang.


Pak Mario yang sedari tadi diam menyaksikan, rasanya dia juga ingin memeluk tubuh munggil Nabila dan memberikan kekuatan padanya.Namun apa daya,dia tak sanggup.


Acara serah terima uang sudah selesai dengan deraian air mata haru.Nabila,hendak bergegas pulang lebih cepat tapi pak Mario berinisial untuk menemaninya pulang.


"Pulang dengan ku yah bil,ada yang harus bapak bicarakan pada mu".Kata Mario dan di angguki kepala oleh nabila.

__ADS_1


Suasana haru dan sedih,membuat Nabila tak mampu menolak keinginan pak Mario.Jadilah mereka berjalan berdampingan dengan pak Mario terus berceloteh, melemparkan candaan dan hal ini di lihat oleh Nathan yang tak sengaja melihat interaksi mereka dengan salah persepsi.


__ADS_2