
Pria itu terlihat pakaiannya basah kuyup akibat sengaja membiarkan tubuhnya di terpa air hujan yang turun dengan derasnya.Tubuh yang menggigil kedinginan dan napas yang terengah-engah mengeluarkan uap dingin akibat air hujan yang dia biarkan membasuh tubuhnya.
"Makanya mar, jangan selalu membiasakan diri sendiri tersiksa oleh air hujan yang dingin sedingin kutub".Kata si pemilik warung tenda sembari menyodorkan mie instan hangat dan susu hangat ".
"Aku kan pesan nya susu hangat aja mang".Sahut pria itu,menolak mangkuk berisi mie instan yang mengeluarkan uap panas.
"Ambil saja,perut mu butuh asupan nutrisi di kala dinginnya malam di tambah dengan hujan yang tiada henti". Pemilik warung tenda itu masih kekeh memberikan mangkuk berisi mie instan yang mengeluarkan uap panas dan aroma khas mie instan yang menggugah selera.
Mau tak mau pria itu menerima nya dengan berat hati dan menyantapnya dengan terburu-buru tak peduli mie itu mengeluarkan uap panas,pria itu bak pahlawan di superhero yang tahan dengan uap panas.
Nabila,menoleh sekilas pada pria yang dengan lahapnya menyantap mie instan dalam keadaan panas, dengan terburu-buru tanpa takut tersedak atau bahkan lidahnya terbakar.
__ADS_1
"Jangan terburu-buru mar,gak malu apa sama gadis di samping kamu".Pemilik warung tenda mengingatkan pria itu akan cara makannya yang di rasa tak wajar,dan menyadarkan pria itu akan sosok lain di sampingnya yang tengah tertunduk diam.
"Abaikan saja".
"Mar ..Mar,pantas kamu belum punya pasangan.Toh, ternyata kamu cuek dengan wanita di luaran sana".Pemilik warung tenda itu hanya bisa bergeleng-geleng kepala,sedari dulu langganan Setia nya selalu bersikap cuek dengan masalah percintaan dan memilih fokus dalam dunia pendidikan, mengabaikan masalah pribadinya.
Pria itu sudah menghabiskan seisi mangkuk mie rebus dengan tanpa sisa.Air kaldu nya yang masih mengeluarkan uap panas pun di seruput nya seperti minum air mineral dingin.
Secangkir susu hangat menjadi penutup terakhirnya.Berbeda dengan mie instan yang di makan dengan keadaan panas,air susu itu di minum secara perlahan dengan meniup air susu hangat terlebih dahulu sebelum susu itu mendarat sempurna di bibirnya dan membasahi kerongkongan nya.
Nabila, hanya melirik sekilas sebelum akhirnya dia buru-buru kembali menundukkan pandangannya dan pria di sebelah nya sama sekali tak memperdulikan keberadaannya, bertanya pun tidak.
__ADS_1
"Mang,kapan mau pulang?".Tanya pria itu,memecah keheningan yang sempat melanda.
Pemilik warung tenda yang tadinya sibuk menghitung hasil penjualan, tiba-tiba menoleh kearah pelanggan setianya.
"Kau mengusir ku?,di saat aku kedatangan tamu agung?".
Pria itu terkekeh,sedari dulu pula warung langganan nya selalu memperlakukan dia dengan istimewa padahal dia hanya memesan menu yang sederhana dan terbilang murah.
"Aku ini bukan Tami agung mu_".
"Siapa bilang aku menyebut mu tamu agung".Pemilik tenda itu menjeda ucapannya dan menoleh kearah Nabila yang sedari tadi tertunduk."Dia tamu agung ku,mar".Tunjuk pemilik warung tenda pada nabila.
__ADS_1
Pria itu menoleh kearah gadis yang ada di sebelahnya.Matanyq menyipit seperti menyelidiki seseorang."Oh dia toh,jadi aku ini bukan yah?" .Pria itu pura-pura merajuk dan hendak beranjak dari warung tenda.
"Hai..Tunggu. ....".