
Kemenangan Nabila atas lomba menulis novel yang di nanti-nanti dan di harapkan nya membuat nabila,ibu martinah dan juga Nisa larut dalam kebahagiaan di pagi hari yang cerah dan sejuk hingga lupa waktu dan lupa diri.
"Astaghfirullah".Ibu martinah,teringat akan makaroni balado yang sedang di siapkan nya dan dengan segera melepaskan pelukannya kepada anak-anak nya.
"Ada apa Bu?".Tanya Nabila,penuh dengan tanya.
"Kau segera bersiap-siap mandi,Nabil". Perintah ibu martinah sembari berlalu pergi,di ikuti oleh Nisa yang juga mulai teringat akan kegiatannya tadi bersama dengan ibu martinah.
Nabila,menoleh kearah jam dinding dan menyadari waktu yang terus bergulir maju tanpa tau situasi dan kondisinya.
Dengan segera,nabila bergegas ke kamar mandi dan melakukan mandi kilat seperti yang sudah biasa lakukan,tak lupa berpakaian rapih meski yang di gunakan nya adalah baju batik lusuh pemberian tetangganya yang iba dengan keadaan dan kondisi ekonomi ibu martinah.
__ADS_1
Selepas berpakaian rapih,Nabila sudah di sediakan nasi dan telur dadar yang tersaji di atas tikar robek dengan Nisa yang setia menanti,sedang ibu martinah terlihat sedang sibuk berkutat di dapur.
Nabila, celingak-celinguk kesana-kemari mencari keberadaan ibunya yang tak ikut duduk bersama dengan Nisa untuk sarapan bersama di pagi hari yang penuh dengan kebahagiaan.
"Kita makan duluan aja kak,ibu belum beres membungkus makaroni balado".Jelas Nisa,mengetahui raut wajah sang kakak yang mencari keberadaan ibu martinah.
Nabila mengangguk dan ikut duduk di dekat Nisa yang sudah mulai mengambil nasi beserta dengan telur dadar yang tersaji di depan matanya yang mengunggah selera.
"Makan yang lahap yah dek".Pesan Nabila kepada sang adik yang akhir-akhir ini di paksa untuk berpuasa karena ingin memfokuskan kebutuhan Nabila.
Acara sarapan bersama telah usai dalam 5 menit saja dan nabila sudah siap berangkat sekolah dengan membawa semangat baru dan siap berjualan di lingkungan sekolah kendati mungkin akan banyak halang-melintang di hadapannya,terutama gangguan dari nathan.
__ADS_1
Hari ini,Nabila juga berjualan sama banyaknya seperti kemarin.Tak mengapa babi Nabila yang sudah paham betul dengan kondisi keuangan keluarganya dan sudah menjadi kewajibannya untuk membantu sang ibu berjuang demi nafkah keluarga.
Nabila, berangkat sekolah dengan berjalan kaki sembari menawarkan dagangannya pada orang-orang yang lewat terutama anak-anak sekolah yang masih suka jajan dan terkadang tak mengerti dengan kondisi keuangan orang tuanya.
"Makaroni balado nya dek".Tawar Nabila, mempromosikan dagangannya pada anak sekolah yang kebetulan berangkat sekolah bersama nabila.
Sebagian anak sekolah itu menghampiri dan membeli dagangan Nabila yang sudah sering berjualan di waktu berangkat sekolah dengan harga yang lumayan murah dan cukup untuk mengganjal perut mereka.
Nabila tersenyum dan mengucap syukur karena kali ini anak-anak sekolah yang membeli dagangannya lumayan banyak dari hari-hari sebelumnya.
Nabila,kembali melanjutkan perjalanannya tak lupa menawarkan dagangannya pada orang yang kebetulan lewat dan berpapasan dengannya hingga tak terasa Nabila susah berada di depan gerbang sekolah dengan satpam jaga yang tak pernah absen walau sehari, itupun jikalau tak ada halangan.
__ADS_1
"Selamat pagi,murid tangguh ku".Sapa satpam penjaga.
Nabila,hanya tersenyum dan memilih berlalu untuk menitipkan dagangannya pada ibu kantin yang biasa dia titipkan dengan terpaksa.