Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 128


__ADS_3

Benarlah praduga ibu martinah, lihatlah Nabila yang sudah terbaring diatas kasur lepek nya dengan lelapnya.


Ibu martinah tak bisa lagi berbuat apa-apa untuk Nabila yang mengabaikan pesannya, membangunkannya saja rasanya tak tega apalagi harus menambah beban pikirannya.


Ibu martinah,duduk di samping Nabila yang terlelap tidur dengan dengkuran halus dan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.


Di elus-elus rambut Nabila dengan penuh sayang,ada rasa penyesalan dari diri ibu martinah mendapati anak sulungnya harus rela berjuang di tengah kesibukannya belajar dan meraih cita-citanya.


"Maafkan ibu nak". Dengan rasa penuh sesal,ibu martinah mengungkapkan setiap isi kata hatinya dan beribu permintaan maaf yang tanpa sengaja membuat Nabila harus rela berjuang.


Cukup lama ibu martinah mengelus rambut panjang nan Hitam milik putrinya yang dia wariskan secara langsung bagi keindahan mahkota Nabila yang tiada bisa di gantikan oleh suatu apapun.

__ADS_1


Ibu martinah, beranjak berdiri hendak pergi dari kamar tidur Nabila,tapi ekor matanya tak sengaja menangkap seonggok benda yang tak lain dan tak bukan merupakan kaleng bekas kue kering.


Rasa penasaran,menuntun ibu martinah agar terus mendekati kaleng itu dengan tulisan yang tak lazim menurutnya dan dengan berbagai manik-manik penuh dengan motivasi.


"It's my dream and my life".Begitu kata tulisan yang terpampang di luar kaleng itu yang di tempel di dalam kertas origami dengan hiasan burung dan kupu-kupu.


Ibu martinah,terenyuh dengan tulisan di luaran kaleng bekas itu yang di sulap dengan berbagai hiasan kertas origami seakan dia memang tengah mengantungkan hidup dan mimpinya dalam sebuah kaleng bekas.


Dengan hati-hati pula ibu martinah membuka tutup kaleng bekas agar tak mengeluarkan bunyi yang cukup keras sehingga tidak membangunkan tidur Nabila yang begitu lelap nya di buai mimpi.


Begitu tutup kaleng bekas itu terbuka,ibu martinah terkejut bukan main dengan isi dari kaleng bekas itu.

__ADS_1


"Tabungan Nabila".Satu yang baru di ketahui nya,Nabila memiliki tabungan lain di dalamnya tak hanya berisi beberapa uang kertas namun juga terdapat kertas yang berisi motivasi, tertulis langsung dari tangan Nabila itu sendiri.


'*It's my dream is...


'Aku ingin menjadi penulis novel terkenal seperti nama-nama pena yang dengan karya nya menembus cakrawala dunia dan mengubah nasib kehidupan.


'Mimpi ku dan hidup ku adalah tentang menulis karya fiksi yang aku harapkan dengan kisah yang aku tulis mampu menginspirasi orang lain lewat karya fiksi dan beberapa pengalaman hidup ku yang sengaja aku tuangkan dalam sebuah karya fiksi*.


Sekilas kata-kata yang ibu martinah baca melalui note yang di tulis secara langsung oleh Nabila sebagai kata motivasi,di sampingnya pula ada kaleng bekas lagi yang berisi tabungan Nabila untuk dia pakai membeli laptop sebagai penunjang mengikuti lomba menulis novel secara online.


Ibu martinah membuka kaleng bekas yang satunya lagi dengan sangat hati-hati, sesekali ibu martinah menatap Nabila yang tertidur dengan pulas nya.

__ADS_1


"You're dream...Kamu punya mimpi nak,dan biarkan ibu mu ini menyumbangkan beberapa lembaran uang untuk kamu bisa menggapai mimpi mu dan mengubah nasib kehidupan kita sesuai dengan mimpi mu selama ini".Gumam ibu martinah sembari memasukkan beberapa lembar uang 100 ribuan yang sudah dia bawa sedari tadi,bermaksud untuk memberikan secara langsung kepada Nabila.


__ADS_2