Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 32


__ADS_3

Nathan,menjauh dari Noval begitu pun dengan anggota geng nya.Lamunsn manisnya harus terhenti karena ulah Noval yang tanpa rasa bersalah menganggu dirinya di saat dia tengah membayangkan wajah cantik nabila.


"Huh...Punya anggota geng,peganggu".Gerutu Nathan dengan kesalnya dia menjauh ke sembarang tempat.


Noval,yang melihat tingkah aneh dari ketua geng nya sampai mengerutkan keningnya.Nathan,tak biasanya seperti itu.Dia terbiasa terbuka,dan menceritakan segala halnya pada teman-teman nya bukan menutup diri seperti itu apalagi sampai-sampai senyum-senyum sendiri.


"Aneh... Benar-benar aneh".Gumam Noval,menatap kepergian Nathan yang dirasa nya janggal.


Klek


Pintu masuk cafe di dorong oleh seseorang,Noval membalikkan tubuhnya.Penasaran dengan seseorang yang datang di cafe yang baru di buka.


Deg


Begitu dia menoleh, alangkah terkejutnya Noval dengan kedatangan dua perempuan cantik berbeda kasta dan penampilan.Yang satu putih bersih, dengan pakaian batik yang di padu padankan dengan blazer menjuntai tinggi hingga ke bawah, menggunakan sepatu keluaran terbaru,rambut di biarkan tergerai panjang dan senyuman nya yang mampu menghipnotis nya.

__ADS_1


Dan...Dan yang satu lagi berpakaian sederhana, hanya menggunakan batik sekolah dengan memakai jilbab yang telah lusuh,sepatu bolong-bolong dengan mengendong tas ranselnya,menganggu penglihatannya.


"Nita..Nabila".Gumam Noval,tersentak kaget dengan kehadiran kedua perempuan yang berbeda jauh bak bumi dan langit.


Buru-buru Noval berlari mengejar Nathan yang pergi tanpa alasan apalagi dia mengomel sepanjang perjalanan seperti anak gadis yang tengah mengalami PMS.


"Nathan ...Nath...Gue punya info penting".Teriak noval, memburu langkah kaki Nathan.


Nathan,bermaksud ingin menenangkan diri setelah lamunannya di buyarkan begitu saja oleh sahabat karibnya sendiri, sekaligus ingin mengenyahkan pikirannya tentang Nabila yang tiba-tiba melintas di pikirkan nya tanpa permisi.


Bayang-bayang tentang Nabila seketika melintas di pikirkan nya.Alam bawah sadarnya mengakui kecantikan Nabila yang tak bisa di tandingi oleh secantik Nita sekalipun.


Perlahan tapi pasti Nathan,mencoba menutup matanya seiring dengan usahanya melepaskan bayang-bayang Nabila dari pikirannya.


"Nathan".Teriak noval,sekali lagi dia telah berhasil membuyarkan lamunan Nathan tentang Nabila.

__ADS_1


Nathan, melayangkan tatapan tajam pada Noval yang berteriak dengan kencangnya tanpa memperdulikan pelayan cafe yang menatapnya penuh kebencian dan beberapa pengunjung yang mendelik sebal.


"Loe bisa gak,kalau datang itu jangan suka mendadak".Hardik Nathan,melotot tajam pada Noval yang terlihat terengah-engah.


"Ada kabar penting".Sahut Noval,sembari menarik tangan Nathan agar mengikuti langkah kakinya.


Mau tak mau Nathan mengikuti langkah kaki Noval yang tergesa-gesa seperti takut ketinggalan kereta ekspres.


"Gue punya berita penting dan loe gak boleh melewatkan nya".Kata Noval,sewot.


Nathan,tak menggubris ucapan Noval.Kepalang sudah kesal semakin di buat kesal saja dengan tingkah lakunya yang absurd.


"Lihat".Noval, mengarahkan Nathan pada dua orang wanita yang tengah duduk sembari menikmati pemandangan alam khas pedesaan yang mampu menarik perhatian pengunjung.


Nathan,tak bisa mempercayai apa yang di lihatnya.Lihatlah, wanita cantik tertutup jilbab itu tengah berada di hadapannya sambil tersenyum begitu manisnya.Wanita,yang menjadi rival debatnya, wanita yang selama ini telah memporak-porandakan seluruh hati dan jiwa raganya.

__ADS_1


Wanita itu adalah Nabila Kemala,gadis tangguh yang sering mendapatkan kata hinaan darinya,dia pula yang mampu mengalahkan prestasinya.


"Nabila Kemala".


__ADS_2