Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 48


__ADS_3

"Nabila".Ucap seseorang seperti terkejut dengan orang yang telah menabrak nya.Refleks Nabila mengangkat wajahnya,menoleh pada orang yang barusan dia tabrak dengan tanpa sengaja.


"P-Pak m-ario". Nabila juga sama terkejutnya dengan pak Mario,hingga dia gugup hanya untuk menyebut nama guru dermawan nya.


"Maaf pak,saya tak sengaja".Ucap Nabila, menyesali keteledorannya.


Mario,tersenyum simpul."Gapapa Nabil,mungkin kamu terburu-buru karena mendengar suara bel berbunyi".


"Iya,pak..Maaf".Sahut Nabila,tertunduk diam.


Mario, menyeringai lebar sama seperti Nathan.Dewi keberuntungan ternyata masih berpihak padanya terbukti dengan dia yang masih di pertemukan dengan Nabila tanpa di sengaja.


"Ayo,kita masuk kelas".Ajak Mario,menarik tangan Nabila.


Refleks nabila,menoleh kearah pak Mario.Tarikan tangan nya begitu kuat,memaksa dirinya mengikuti langkah kaki pak Mario yang di rasa lambat bagi Nabila yang terburu-buru masuk kelas.


Mario,tak lagi menarik tangan Nabila,justru dia berjalan di samping Nabila dengan cukup dekat seperti Nathan yang dekat dengan wajah Nabila dan hampir mengecup bibir ranum milik malaikat tanpa sayap nya.

__ADS_1


"Bagaimana persiapan mu, mengikuti lomba menulis novel?". Tanya Mario,mencoba mencairkan suasana tegang diantara mereka.


Sedari tadi nabila hanya diam menunduk tanpa mengeluarkan sepatah katapun padahal biasanya Nabila sering memberikan pertanyaan padanya.


"Belum pak". Hanya kata itu yang terlontar di bibir mungil Nabila.


Mario, tersenyum simpul.Memaklumi sikap Nabila yang tiba-tiba menjadi irit berbicara bahkan dia sering nya menunduk diam.


Perjalanan mereka terasa menegangkan.Dimana Nabila banyak diam dan menunduk,sedang Mario sibuk dengan pemikirannya sendiri.


"Nabil, darimana aja kamu?,kok tumben kamu telat?". Rentetan pertanyaan menyambut kedatangan Nabila yang berjalan menunduk tak memperdulikan teman-teman kelas nya.


Nabila,duduk di kursinya tanpa mengeluarkan sepatah katapun.Padahal Nita,sudah sedari tadi menunggu nya dan Nathan yang terus memperhatikan nabila.


"Assalamu'alaikum".Belum sempat Nita mendapatkan jawaban atas pertanyaan nya,guru pertama yang mengajar sudah masuk dan memberikan salam sapaan.


"Beri salam".

__ADS_1


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh".


Nathan sebagai ketua murid tentu harus sigap memberikan salam pada guru yang masuk kendati pemikiran nya menaruh curiga pada Nabila dan Mario.


Nathan,diam memperhatikan Nabila bersamaan dengan perhatian nya tertuju pada pak Mario yang masuk tak lama setelah Nabila masuk ke kelas dengan pandangan yang terus menunduk tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Ada yang tidak beres rupanya".Gumam Nathan,menaruh curiga pada Nabila dan Mario.


"Apa yang tidak beres?".Sahut Noval, tanpa sengaja mendengar ucapan Nathan.


"Bukan urusan loe". Dengan ketus nya Nathan, menyahuti pertanyaan Noval.


Pelajaran pertama adalah sosiologi, sangat kebetulan dengan kejadian yang barusan terjadi tanpa sengaja.Dimana Nabila menabrak tubuh Mario yang terburu-buru masuk ke kelas dan Mario yang berjalan linglung hendak pergi ke ruang kelas untuk mengajar.


Nabila dan Mario,tak ubahnya sepasang kekasih yang di takdirkan bersama, pertemuan tak sengaja itu telah membuat Nabila dan Mario berjalan berdampingan sekilas tak ada yang aneh sebab arah tujuan mereka sama.Tapi,tidak dengan nathan yang menaruh curiga pada Nabila dan Mario.


"Aku harus selidik masalah ini".Gumam Nathan, pandangannya tak lepas dari Nabila bergantian dengan Mario.

__ADS_1


__ADS_2