Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
anamat pak guru


__ADS_3

"sudah selsai fatul"tanya bu tari padaku.


"sudah bu"ku angkat setinggi tinginya karyaku.


"bagus "nilai bu tari sambil mengacungkan jempol padaku.


Haaha rasanya igin tertawa lepas. Yang buakan karyaku tapi ku banggakan. Dan sepertinya makhluk makhluk di kelasku tidak tahu. Halah serah lah....


....


kring. "silakan istirahat anak anak"


"baik bu"

__ADS_1


satu persatu kami keluar dari kelas. Bagai kawanan lebah yang mencari madu bunga kami menyebar ke segala arah dagangan. Ya itu bagi mereka yang bersaku tebal. Yang tidak ya main main saja sampai lelah ntar kalo lelah ya istirahat jadi ngak njajan.


"Fatul, njajan yuk"ajak eva kawanku


"o ya uangku kan di bawa kakak ku ya"jawab ku mengingat ingat.


"Bagaimana kalau aku minta saja ke dia, nanti dia habiskan bagaimana?? "


"Kamu akan datang ke kelas kakak mu"


"Jangan, kakakmu masih pelajaran"


"Hak, tetaplah hak ini waktu jajan ya jajan. "

__ADS_1


"Aku pergi dulu"


Bergegas aku tingal kan teman ku itu. Aku berlari kecil menuju kelas kakak ku dengan bersemangat. Hingga sampailah aku disana, ruang kelas 6 dengan wali murid Supardi Spd. sd. Katanya dia adalah guru yang galak.Awalnya ku urungkan niat ku nyaliku yang membara tadi perlahan ciut. Baiklah tapi tak apa aku akan mulai dengan mengintip dimana kakak ku duduk.


Kebetulan pintu kelas 6 itu pintu tua.Bunyi kretttt.... krettt... tak asing lagi jadi ciri khas saat membukanya karenanya aku harus hati hati agar tidak ketahuan. Untung juga pintu itu tua, sehingga gaganya rusak dan berkarat, menyisakan secelah lubang untukku mencari kakak ku.


"Mana sih mejanya"aku memutar mutar bola mata mencari kakakku di antara muka yang ngantuk teman temannya. Deg.. hatiku tertegun samar samar dari tadi aku mendengar pak pardi bercerita yang membuat aku kaget adalah kisah saat ia menceritakan seorang ibu. Pak Pardi memang bukan guru agama tapi ceritanya pasti membuat mereka yanh ingin memahaminya berlinang air mata. Begini kisahnya


"... saat kalian ke sekolah apa sih tujuan kaliyan. Apa yang kalian cari di sekolah. Kenapa kalian sekolah. Kenapa orang tua kalian berkerja untuk sekolah kalian. Dan apakah arti orang tua bagi kalian. Apakah saya termasuk orang tua kalian...??? "


Saat itu seisi kelas hening tampa suara. Murid murid yang awalnya terdidur pun bangun. Terlebih seorang murid bernama Takim yang dapet marah habis habisan dari Pak Pardi karena tidak mengerjakan PR. Dan saat itu juga aku menemukan wajah dari orang yang kupangil kakak itu. Ia satu satunya orang yang berani menatap penjelasan Pak Supardi karena tadi malam PR nya sudah selsai, terlebih otak nya encer jadi gampang buat dia〒\_〒(males nyeritain sebenernya) .


Lanjut ke ceramah pak Supardi. Ia megang kepalanya sambil berdiri dia mengelus kapala kak Takim. Kringat kak Takim bercucuran dan dia gemeteran takut kapala nya itu dipukul Pak Pardi yang berkumis gundul. Tapi anehnya pak pardi yang terkenal galak dan sangat galak, dan sangat sangat galak itu hanya diam perlahan ia ternyata berurai air mata(Ya kali dia capek marah, ngabisin tenaga ╥﹏╥)Dia lalu bercerita kepada murid muridnya.

__ADS_1


"... anak anak ku semua hidup ini perlu tujuan,dan tujuan itu untuk siapa saja tidak pandang besar atau kecil nya usia kita. Kamu kalo belajar jalan jatuh terus berdiri jatu lagi berdiri lagi. Itu pasti ada tujuanya kan. Dan tujuanya adalah kaliaan bisa berjalan. Bahkan saat kalian bayi pun kaliaan punya tujuan. Sekarang pun juga. Kaliaan tanyakan pada diri kalian sendiri... Untuk apa ibu membuat sarapan tiap pagi, untuk apa ayah melelahkan badan mereka sendiri demi kenyangnya perut anak istri. Untuk apa orang tua memanjatkan doa tiap malam agar anak anaknya cerdas dan saleh. Tidak malukah kalian atas makanan, uang jajan, seragam yang bersih, perlengkapan sekolah yang komplit. Ingat anak anak orang tua kalian saat bekerja yang mereka pikirkan adalah kebagian anak nya. Mereka selalu terpikir apa yang anakku bisa makan hari ini. Sampai segitunnya lo. Yang terkadang mereka hanya makan sehari sekali. Kalo kalian tetpikirkah kalian saat sekolah tentang kebahagiaan orang tua kalian. Tetpikirkah kalian bagaimana jika kalian nanti tidak jadi orang yang sukses orang tua kaliaan, kalian bahagiakan dengan apa? semua jawaban kembali ke kalian anak anak"


__ADS_2