
Nabila berhasil meloloskan diri dengan mengelabui Nathan yang lagi-lagi bisa dengan mudah di bodohi hanya dengan mengandalkan tingkat kepercayaan diri nathan yang berlebihan,dimana itu menjadi salah satu kelemahan Nathan untuk bisa di kalahkan dengan mudah.
Nabila,mengayuh sepeda dengan jarak beberapa meter dari rumahnya.Nabila,memang sengaja berjualan dengan jarak dekat agar dirinya tak perlu mawas diri dalam mencemaskan keselamatan dirinya,tapi lagi Nathan selalu ada di sekitarnya bak benalu yang menganggu kehidupan Nabila.
Lepas dari perjalanan jauh,nabila di sambut oleh senyuman dan pelukan hangat dari ini martinah.Seorsng ibu yang rela menunggu kepulangan anak gadisnya dari perjalanan jauh.
"Ibu, kenapa ibu masih belum tidur?". Beberapa kali Nabila yang justru mencemaskan ibu martinah tentang kebiasaan nya uang menunggu Nabila pulang bahkan sampai larut malam sekalipun.
Ibu martinah tersenyum sembari mengenggam tangan nabila."Gapapa kok,bil.Ibu hanya ingin memastikan kamu pulang dengan selamat ".Kilah ibu martinah, meyakinkan Nabila bahwa dirinya baik-baik saja.
Nabila,tidak berkutik lagi selalu ada jawaban yang membuat dirinya tak bisa lagi melawan ibunya yang memang selalu mencemaskan anak-anak nya dan selalu menunggunya pulang,tak peduli rasa kantuk mulai menyerang dirinya.
Ibu martinah,menyuruh Nabila masuk ke dalam rumah gubuk mereka yang sudah dia sediakan air hangat untuk Nabila mandi dan juga beberapa menu makanan.
__ADS_1
Sementara Nabila yang kelelahan hanya menuruti perintah ibu martinah,sedang ibu martinah membawa dagangan nabila masuk ke dalam walau sudah di larang oleh Nabila dengan alasan takut Nabila kelelahan.
Air hangat yang sudah di sediakan oleh ibu martinah,membuat Nabila tak perlu berpikir lama untuk mandi malam di tengah dinginnya angin yang berhembus,badan penuh dengan keringat dan lelah mulai menyerang seluruh tubuhnya.
Hangatnya air membasuh tubuh Nabila yang lengket akibat keringat yang terus-menerus mengucur tubuhnya di kala terik matahari,belum lagi angin malam yang berhembus menghantam tubuh nya tiada ampun.
Ibu martinah,memang sengaja menyediakan air hangat untuk Nabila mandi di malam hari dengan angin yang terus berhembus.
"Iya Bu".Sahut Nabila.
Tak lama bagi Nabila untuk menyelesaikan acara mandinya dengan air yang harus dia ambil dengan gayung yang ada di bak mandi.
"Hoam..."Rasa kantuk itu mulai menyerang di kala tubuhnya sudah bersih dan meminta tubuhnya untuk di baringkan sejenak diatas kadur empuk, seandainya Nabila punya.
__ADS_1
"Mau kemana kamu?".Tanya ibu martinah menginterupsi langkah kaki Nabila yang berjalan dengan gontai nya hendak ke kamar tidur.
"Aku mau ke kamar,pakai baju dulu Bu".Sahut Nabila yang memang tak membawa baju ganti ke kamar mandinya yang memang pantas di sebut kamar mandi.
"Oh".Ibu martinah hanya beroh ria,dia khawatir Nabila melewatkan makan malamnya bukan dia tak merasa di hargai tapi membaca pengalamannya.
Telat makan bisa membuat seseorang terkena penyakit lambung,itu alasan ibu martinah mewanti-wanti anak-anak nya agar tak telat makan seperti dirinya.
Nabila,mengambil kaos oblong dan celana tidur lusuhnya hanya itu yang bisa dia gunakan,jauh dari kata kemewahan bahkan kata pantas pun rasanya tidak memenuhi kriteria.
Nabila, ternyata kalah dalam melawan rasa lelahnya.Mengabaikan ibu martinah yang setia menunggu Nabila keluar kamar tidur yang sayangnya tak muncul-muncul.
"Itu orang pasti tidur".Gumam ibu martinah.
__ADS_1