Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 108


__ADS_3

Dengan perlahan Nabila menyeruput minuman hangat yang di sinyalir itu adalah sebuah susu coklat,yang menghangatkan tubuhnya di kala kedinginan menyerang tubuhnya.


Mario,menatap Nabila dengan rasa bersalah.Lihatlah akibat keegoisannya sendiri anak didik nya, belahan jiwanya tengah menderita akibat dirinya yang memaksakan diri.


Dapat dia lihat,Nabila yang berlari hendak mengejarnya padahal awan begitu pekatnya dan angin terus berhembus.Bila Mario ada di posisi Nabila,pasti dia akan memilih pulang saja daripada harus menunaikan janjinya yang tak terucap.


Mario,menatap Nabila yang tengah menyeruput susu coklat hangat buatan nya, begitu menikmati di setiap seruputan bibir ranum nya.


"Ahhhh..."Saking nikmatnya, tanpa sadar Nabila mengeluarkan suara kenikmatan dari secangkir susu hangat di kala terpaan angin yang terus berhembus dan hujan deras,tak mau berhenti barang sejenak pun.


Nabila,menoleh kearah pak Mario yang menatapnya tanpa berkedip,Mario yang berada di sampingnya bahkan sampai membuka mulutnya lebar-lebar beruntung tak ada air liur yang menetes melalui sudut bibirnya.


"Eh pak mario". Buru-buru Nabila mengubah posisi duduknya,dan menunduk malu dengan tatapan pak Mario yang begitu intens menatap nya.

__ADS_1


Mario,mengusap muka nya menyadarkan diri sendiri dari lamunannya dan bayang-bayang tentang dirinya dan juga nabila.Suara Nabila yang terdengar erotis, membangunkan pikiran kotornya dan melanglang buana entah kemana.


"Hmmm.."Mario, menetralisir rasa gugup dan keheningan diantara keduanya."Kau sudah agak mendingan Nabil?".Tanya Mario,sembari mengarahkan pandangannya kearah depan.


"Iya".Sahut Nabila, malu-malu menatap wajah pak mario.


Keheningan mulai tercipta diantara keduanya dengan pikiran yang berbeda-beda.Nabila,masih di Landa malu dan segan terhadap Mario dengan jarak yang tak terlalu jauh sedang Mario masih sibuk dengan pemikirannya tentang bagaimana dia memulai sebuah percakapan untuk menjelaskan kesalahpahaman diantara mereka yang dengan sengaja di ciptakan diri sendiri.


"Pak mario".


"Nabila".


Keheningan dan kecanggungan mengisi mobil keluarga milik mario,Nabila tak pernah berada sedekat ini sebelumnya dalam keadaan berdua di tengah dinginnya hujan pula,berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya yang pasti akan bertemu di tengah-tengah keramaian bukan dalam keadaan berdua dan terjebak dinginnya hujan.

__ADS_1


Hawa panas tiba-tiba menyebar di seluruh tubuh Nabila,dia yang sebelumnya kedinginan akibat terkena air hujan kini merasakan panas dan mencekam.


Malu-malu Nabila menoleh kearah Mario yang menatap ke depan entah apa yang dia pikirkan.


Di balik sikap cueknya,Mario tengah menyusun kata demi kata untuk menjelaskan semua yang terjadi belakangan ini apalagi ini menyangkut masa depan Nabila, tentang perlombaan itu,tentang kesempatan emas Nabila dalam mengubah nasib dan segala hal yang berkaitan dengan masa depan Nabila.


"Nabila".


"Pak mario".


Lagi-lagi Mario dan Nabila berbarengan memanggil nama lawan bicaranya, tanpa di rencanakan dan tanpa kode.


"Kau dulu Nabila" .Ucap Mario, memberikan ruang bagi Nabila untuk mengutarakan isi hatinya dan apa yang sekiranya dia ingin ungkapkan.

__ADS_1


"Pak Mario dulu".Sahut Nabila, malu-malu menoleh kearah pak Mario dengan keberanian yang ekstra hanya demi menatap wajah pak Mario dari arah dekat, setelah kesalahpahaman itu menghancurkan dua hubungan.


__ADS_2