Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 23


__ADS_3

Nabila,sudah siap berangkat ke sekolah dengan menenteng kantong plastik berukuran besar berisi makaroni balado yang siap di jual.Baik di titipkan di ibu kantin atau dia sendiri yang menjualnya.


Semalam,selain dia kelelahan menangis, memikirkan cara untuk bisa mengikuti lomba menulis novel akan tetapi dia juga kelelahan karena harus membuat makanan jualannya seorang diri dalam jumlah besar.


Seakan menggantikan hari kemarin yang tidak berjualan,atau mengikuti usulan pak mario entah karena dia sedang berjuang agar dia bisa memiliki uang cukup,satu yang pasti Nabila tak boleh patah semangat dalam menerima suratan takdir hidup nya.


Berjalan sekitar 15 menit,dari rumah agar sampai ke sekolah dengan menenteng sekantong plastik berukuran besar hingga nyaris tubuh Nabila terhuyung ke belakang akibat tak seimbang antara bobot tubuh dengan batang dagangannya.


Beberapa temannya ada yang membantu Nabila,tapi sering di tolak oleh Nabila karena takut merepotkan dan tak enak hati.Seperti saat ini,Nabila yang hampir terjatuh hendak di tolong oleh temannya.


"Nabil,aku bantu yah?".Tawar,teman Nabila.


Dengan seulas senyum manis nya.Nabila,menolak tawaran bantuan itu bukan karena dia sombong tapi lagi-lagi takut merepotkan itu menjadi alasan mendasar bagi Nabila.


"Tidak, terima kasih dengan tawaran nya tapi aku bisa sendiri".Tolak Nabila dengan halus.

__ADS_1


Terpaksa,teman Nabila mengurungkan tawaran bantuannya setelah mendapat penolakan secara halus dari si gadis tangguh penuh dengan segudang prestasi.


Tinggal beberapa langkah lagi bagi Nabila untuk sampai di sekolah nya dengan tentengan dagangan yang begitu banyak dan berat.


total 50 bungkus yang harus dia jual.Dia titipkan sekitar 20 bungkus pada ibu kantin dan sisanya dia jual sendiri.


"Ibu,saya titip lagi dagangan saya.Sekarang lebih banyak dari hari kemarin-kemarin,maaf yah Bu?".Kata Nabila begitu sampai di kantin sembari mengeluarkan 20 bungkus dagangannya.


"iya gapapa Nabil.Oh yah,ini uang hasil jualan makaroni kemarin".Sahut ibu kantin, menyodorkan yang 30 ribu pada Nabila.


"Terimakasih".Kata Nabila.Dia juga menyodorkan barang dagangan titipan Nya pada ibu kantin.


Serah terima barang dagangan titipan itu tak berlangsung lama,sebab Nabila harus menjual sisa dagangan nya pada teman-teman sekolahnya.


"Makaroni.. Makaroni.. Makaroni balado nya sudah ready lagi guys".Teriak Nabila,mencoba menawarkan barang dagangannya pada teman-teman sekolahnya.

__ADS_1


Tak sedikit yang membeli,bukan hanya kasihan saja tapi karena rasanya memang enak dan terjangkau di uang saku mereka untuk ukuran anak sekolah.


Nita,dia ikut berlari menghampiri Nabila.Membeli bahkan ikut berjualan dengan Nabila, seperti tempo hari sering dia lakukan.


"Nabila,i'm coming".Teriak Nita,sembari berlari-lari mengejar Nabila yang tak jauh darinya.


Nabila yang melihat Nita dengan semangat yang menggebu melebihi dirinya sampai bergeleng-geleng kepala.Dia,si paling cantik dan modis tapi tak malu ikut berjualan dengan dirinya.


"Jangan beli dagangan orang sombong".Teriak seorang pria, dengan kilat kemarahan di pelupuk matanya yang jelas terlihat.


Murid yang hendak membeli,,Nita dan Nabila menoleh kearah sumber suara.Pria yang tak asing dan familiar di sekolah itu secara lantang berteriak memprovokasi.


Pria itu adalah rival debat Nabila,pria populer dengan ketampanan, keaktifan,dan kepintarannya serta kekayaan dan keluarga nya.


Dia,tak lain dan tak bukan adalah Nathan anumerta.Sang idola sekolah yang menjadi musuh bebuyutan nabila.

__ADS_1


__ADS_2