Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 55


__ADS_3

Nabila,menjual makaroni balado nya dengan berkeliling di sekitar tempat wisata yang tengah ramai oleh pengunjung.Menurut hemat Nabila,disana pasti akan lebih mudah mendapatkan pembeli dan dia bisa melanjutkan menulis novel yang sempat tertunda.


Dengan beralaskan sendal dan pakaian lusuh nya,Nabila mulai berteriak memanggil pembeli di bawah terik sinar matahari yang mulai membasahi pakaian nabila.


Berjalan sekitar,20 meter untuk dia sampai di tempat wisata yang ramai pengunjung.Nabila mulai melihat kerumunan orang-orang yang silih berganti berdatangan ke tempat wisata.


Dengan membawa semangat baru,Nabila mulai berjalan mendekati kerumunan orang-orang yang sedang berkumpul bersama sanak saudaranya atau hanya nongkrong di sekitar wisata sembari menikmati semilir angin yang berhembus


"Makaroni balado nya kak".Nabila menawarkan barang dagangannya pada pembeli.


Tak sedikit yang tertarik dengan dagangan yang di jual oleh Nabila kendati penampilan nya tak meyakinkan dan mungkin terbilang tak higienis.


Makaroni balado itu hanya di kemas dengan plastik putih dan tutup dengan menggunakan lelehan lilin.Tapi,bumbu dari makaroninya begitu menggoda.


"Ini buatan sendiri yah kak?".Tanya si pembeli begitu penasarannya dengan penampilan makaroni yang sederhana tapi bumbunya tak pelit.

__ADS_1


"Iya kak,aku buat sendiri di bantu oleh ibu terkadang oleh adik saya".Sahut Nabila,sembari memberikan ulasan senyum manisnya.


Siapa yang melihat senyuman manis Nabila,pasti akan luluh dan tergoda dengan paras cantik khas pedesaan di padukan dengan senyum manisnya yang menunjukkan lesung pipinya.


"Boleh deh,aku pengen 5 bungkus".Kata di pembeli,tanpa sadar terhipnotis oleh senyuman manis Nabila.


"Iya kak".Nabila mempersilahkan pembeli untuk mengambil sendiri makaroni yang di kemas dengan plastik bening saja.


Pembeli itu,tak perlu di suruh dua kali.Dia mengerti dan langsung mengambil makaroni sesuai keinginannya.


Awal yang baik untuk Nabila,karena barang dagangannya sudah laku 5 sisa 35 bungkus plastik makaroni lagi untuk dia jual pada pengunjung yang lainnya.


Nabila,terus berteriak memanggil pembeli, sesekali menghampiri pengunjung yang berkerumun.Menawarkannya pada pengunjung,tak sedikit yang menolak dagangan nabila yang di tawarkan.


Penolakan itu tak membuat Nabila patah semangat,dia terus berusaha menawarkan barang dagangannya hingga dagangan itu habis terjual tanpa dia sadari waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.

__ADS_1


Terlalu asyik atau berambisi yang jelas Nabila harus menjual habis dagangannya demi membeli laptop atau smartphone untuk dia bisa mengikuti lomba menulis novel online.


Nabila, beristirahat di bawah pohon rindang.Dia duduk selonjoran sembari menghitung uang hasil jualannya dengan perasaan senang dan letih jiwa yang menjalar dalam tubuh nya.


"Hah".Nabila menghela napasnya.Ambisinys membuat dia lupa waktu akan hati yang telah berubah menjadi gelap gulita.


Di bawah sinar lampu jalanan dan pohon rindang tempat dia beristirahat,Nabila mulai merasakan kelelahan dan air mineral yang membasahi kerongkongan Nabila yang mulai kering.


"Waktunya untuk pulang,semoga esok atau lusa uangnya cukup".Harap Nabila,sebelum dia bergegas pulang ke rumah yang jaraknya tak jauh dari tempat dia beristirahat.


Tid...Tid..Tid


Suara klakson mobil yang di bunyikan cukup keras mengagetkan Nabila yang berjalan di pinggir jalan.


"Astaghfirullah".Nabila terlonjak kaget dengan suara klakson mobil yang di bunyikan cukup keras dan di sengaja.

__ADS_1


"Gadis miskin bin sombong".Teriak si pengemudi sembari melemparkan botol air mineral kosong pada nabila.


__ADS_2