Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 27


__ADS_3

Dengan tatapan kosong dan pemikiran yang berkelana entah kemana,Nabila duduk di kursi kelasnya tak berniat lagi untuk menjual Makaroni balado nya hanya tersisa beberapa bungkus saja.Biasanya selalu ada pak Mario yang memborong dagangan nya,tapi kali ini dia tidak bertemu dengan pak mario.


Bersamaan dengan nabila dan Nita yang sudah duduk persis di kursinya masing-masing dengan pikiran yang berbeda-beda.Suara hentakan langkah kaki begitu nyaring terdengar.


"Uhhhh...Nathan and the geng sudah masuk kelas guys".Teriak murid kelas, begitu antusiasnya.


Nabila tak mau mendengar apalagi menoleh pada segerombol murid populer yang bisanya menindas murid lemah dan tak memiliki kekuatan uang.


Senada dengan Nita,yang malah mendelik sebal dan memalingkan mukanya di saat murid dengan kekuatan uang itu melewati meja belajar yang berada di samping meja belajar mereka.


"Lah,nasib buruk bisa satu kelas dengan segerombol anak mamih".Gumam Nita,jijik dengan kedatangan Nathan and the geng.


Nathan,sudah duduk persis di kursinya kali ini Noval tak ikut duduk bersama dengan Nathan.Dia menghampiri meja Nita dengan orang nya yang merasa jijik dengan kehadirannya.


"Hello,cantik".Sapa Noval pada Nita yang memalingkan muka.

__ADS_1


Nita,menutup kedua telinganya.Tak ingin mendengar suara pria yang dengan tega malah menghina orang lain.


Noval, tersenyum lebar.Dia dan kuat duduk dan kursi Nita dan memaksa Nita berbagi kursi dengan nya."Geser dikit dong,cantik".Pinta Noval,dia terus mencoba ikut duduk di kursi yang Nita duduki.


"Minggir,bego".Gertak Nita,tak ingin dia berbagi tempat duduk dengan Noval yang notabenenya memiliki tubuh kekar.


Noval,tak menggubris gertakan Nita justru dia terus berusaha untuk melupakan kita duduk di samping Nita yang bertubuh ramping.


Nabila, melihatnya saja merasa risih.Pria memaksa wanita untuk berbagi tempat duduk dengan nya."Tak tau malu sekali dia".Gumam Nabila,dia palingkan mukanya ke sembarang arah.


Tanpa sadar wajah Nabila dan wajah Nathan bertemu satu sama lain seperti sudah diatur dan di rencanakan, gerakan wajah mereka kompak berbarengan hingga pandangan mereka bertemu satu sama lain.


Nabila, buru-buru menundukkan pandangannya,jijik dan trauma menatap wajah rival debat abadinya.Berbeda dengan Nathan,dia malah tersenyum kala pandangan mereka bertemu satu sama lain.


"Hmmm ...Cantik".Ucap Nathan lantang dan keras.

__ADS_1


Refleks Nabila, mengangkat wajahnya dan menatap wajah Nathan yang masih betah menatap wajahnya dengan senyuman yang manis dan menggoda.


"Assalamu'alaikum".


pandangan Nabila dan Nathan harus terhenti di kala guru mata pelajaran memberikan salam sapaan kepada murid.


"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh".


Noval kembali ke mejanya,Nabila menatap lurus kearah depan,Nita bergidik ngeri sedang Nathan dia terlihat kecewa, Karena kehadiran guru telah menganggu usahanya.


Noval,menepuk pundak Nathan."Masih ada jalan menuju Roma,masih ada cara untuk mempermalukan Nabila".Bisik Noval,di angguki kepala oleh Nathan.


Mata pelajaran di jurusan IPS ini sepertinya sering menggunakan metode debat atau bahkan diskusi.Dimana,kali ini juga mata pelajaran yang berlangsung menggunakan metode debat.


Lagi-lagi Nabila dan Nathan harus saling berhadap-hadapan dan menjadi lawan debat antara si pro dan si kontra.Keduanya seperti memiliki dendam kesumat,saling menyerang satu sama lain tanpa ampun apalagi kasihan terhadap lawan debatnya.

__ADS_1


Nita, misalnya.Meski dia tak ikut menyumbangkan pikiran nya,tapi dia berperan penting dalam menyemangati Nabila.


__ADS_2