
"Loe,mencintai guru sosiologi yang bernama Mario teguh,atau Mario Balotelli yah?".
"Namanya Mario putra darmawan".Nita, menghentikan langkah kakinya dan berbalik badan,menatap Nathan dengan kilat kemarahan yang begitu jelas terlihat."Namanya Mario putra darmawan bukan Mario teguh,bukan pula Mario Balotelli.Loe jangan asal merusak nama".Gertak Nita,sembari menghampiri nathan yang masih duduk santai.
"Eits ... Segitunya membela guru tercinta,Mario balot_".
"Sudah gue,bilang namanya Mario putra darmawan bukan Mario Balotelli".Gertak Nita, dengan sekuat tenaga Nita mencengkram kerah baju nathan hingga tubuh Nathan terangkat."Gue, tegaskan jangan pernah main-main sama gue dengan merusak nama nya".Hardik Nita, melepaskan cengkraman tangan nya di kerah baju Nathan.
Cengkraman tangan Nita yang kuat hingga tubuhnya terangkat dan napasnya terasa sesak,membuat Nathan terbatuk-batuk bahkan nyaris tersedak oleh permen nya sendiri.
__ADS_1
Nathan masih berdiri dengan santainya sembari memperhatikan raut wajah Nita yang terlihat kesal dan menahan amarahnya yang dia sedang gali penyebabnya tanpa di sadari oleh Nita, tentunya.
Nathan, mendekati Nita yang berdiri dengan gelisah, seperti orang yang hendak meledakkan emosinya pada benda apapun yang sekiranya mampu menyalurkan rasa amarahnya.
"Bye the way,gue tau loe menyukai Mario,tapi Mario mu malah menyukai sahabat sok naif mu".Nathan tak henti-hentinya memprovokasi Nita, mempermainkan perasaan nya dengan menjelek-jelekkan Nabila di hadapan Nita dengan memperlihatkan hasil jepretan anggota gengnya atas suruhannya sendiri yang ternyata berguna.
Nita, mengepalkan tangan nya geram.Semakin dongkol saja Nita terhadap Nabila, kepercayaan yang dia taruhkan untuk Nabila kini menghilang seiring dengan ucapan Nathan yang menjelek-jelekkan nabila.
Nita,menatap tajam kearah Nathan yang terus mengoceh menjelek-jelekkan Nabila di hadapannya yang sudah merah padam menahan emosinya.
__ADS_1
"Diam loe".Hardik Nita, dengan melayangkan tatapan tajam tak bersahabat nya.
"Ups".Nathan,memukul mulut nya dengan sengaja, seakan menyesali ucapan nya yang tak dapat di hentikan dengan terus mengoceh menjelek-jelekkan Nabila."Terkadang mulut ini,tak bisa berhenti".Nathan,tertawa cekikikan, memperolok Nita yang sudah siap meledakkan emosinya.
Tanpa sepengetahuan Nathan,Nita menjambak rambut Nathan dengan kuatnya dan menghadiahkan bogem mentah tepat kearah perut nathan.
"Kalau mulut loe gak bisa diem, setidaknya gue bisa menghentikan nya dengan memukul perut loe".Gertak Nita,sembari berlalu pergi.Sedang nathan, terlihat memegang bagian perut nya yang mendapatkan bogem mentah dari Nita yang tak terduga.
Serangan dadakan dan tanpa terkendali,membuat Nathan tak siap dengan pukulan tangan Nita yang cukup lumayan terasa perih tepat di ulu hati Nathan.
__ADS_1
Dalam kesaksiannya menahan rasa perih di bagian perut nya,dia tersenyum licik karena sudah berhasil memprovokasi Nita hingga dirinya tak mampu bisa menahan rasa kesal dan kecewa nya terhadap sahabat karibnya yang selalu siap bela dengan mempertaruhkan harga diri dan kehormatan nya, bahkan dia rela mendapatkan bullying dari teman-teman nya akibat selalu membela dan berada di sisinya Nabila yang sering mendapatkan gangguan dari teman kelasnya, khusus nya dari nathan and the geng.
"Bersiaplah Nabila,kelas akan menjadi neraka nyata bagi mu,tak ada lagi yang bisa membela mu dari penghinaan". Gumam Nathan, tersenyum licik.