Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 193


__ADS_3

Nabila,terpaksa hanya berdiam diri di kelas tanpa melakukan apapun dengan Nathan yang tak pernah beranjak sedikitpun dari kursi Nabila bahkan dia sampai rela menirukan gerakan Nabila seakan Nabila adalah kiblat dari segala kiblat rutinitas nya.


Bagai burung dalam sangkarnya,bagai penjahat yang terkurung dalam jeruji besi.Nabila,tak bisa bebas dalam bertindak hanya bisa duduk sembari menelengkupkan kepalanya diantara tangan-tangan nya yang sengaja Nabila jadikan bantal.


"Sampai kapan kau terus menghindar?".Tanya Nathan,pada Nabila yang tak Sudi menatap Nathan.


Nabila,tak menjawab pertanyaan nathan.Berpura-pura tidur dan tak menjawab pertanyaan Nathan adalah cara Nabila mengusir Nathan tapi Nathan sama sekali tak beranjak pergi walau sejengkal.


"Nath,loe gak mau ikut kita-kita nongkrong di kantin?".Ajak nazar pada Nathan yang tak seperti biasanya dia absen nongkrong di kantin.


Tatapan tajam Nathan layangkan untuk anggota geng nya, seenaknya saja dia menganggu usahanya dalam mendapatkan sedikit perhatian dari nabila.


Nazar, membungkam mulut nya sendiri dan memilih beranjak pergi daripada dia harus mendapatkan amukan dari ketua geng nya.

__ADS_1


Tanpa terasa,bel tanda masuk kembali berbunyi.Murid silih berganti masuk ke ruangan kelas,ada yang masuk asyik mengunyah makanan,ada yang sedang bercengkrama melanjutkan cerita tadi yang belum usai,ada yang bermuram durja dan ada pula yang mengeluh.


"Masih betah loe disini?".Tanya Nabila pada Nathan yang masih belum beranjak dari kursinya padahal Nabila berharap Nathan sudah duduk di kursinya sendiri begitu bel sudah berbunyi.


"Tenang aja,tinggal bergeser sedikit pula".Sahut Nathan dengan santainya.


Nabila,memilih tak meladeni ucapan Nathan dan malah memilih mengeluarkan buku mata pelajaran selanjutnya,yaitu geografi.


"Assalamu'alaikum".Ucap salam guru berikan pada murid yang ada di dalam kelas.


Noval,tak langsung menuruti perintah Nathan.Tatapan penuh tanya di layangkan oleh Noval dan di Jawab oleh tatapan tajam dari Nathan.


"Jangan terus melorot,ntar mata loe keluar".Nasehat Noval berbalut sindiran untuk nathan yang tak pernah absen memberikan tatapan tajam nya.

__ADS_1


"Bodoh amat".Sahut Nathan,tak peduli.


Noval, bergeleng-geleng kepala sembari menyerahkan tas beserta dengan alat tulis Nathan yang tadi tergeletak secara sembarangan.


"Ngapain loe masih disini?".Tanya Nabila,tak mengerti dengan kelakuan Nathan yang bukan nya dia pindah, justru dia terlihat mengeluarkan buku beserta dengan alat tulisnya tepat di sampingnya.


"Selama kursi ini belum ada penghuninya,lebih baik gue pakai dulu".Sahut Nathan tanpa menoleh kearah Nathan.


Tak hanya Nabila yang terkejut sekaligus bertanya-tanya,melainkan guru dan juga murid-murid pun ikut bertanya-tanya tentang Nathan yang duduk di sebelah Nabila.


"Hei,nathan duduk di kursi mu".Perintah ibu melisa,guru geografi sembari menghampiri meja Nathan.


"Selama kursi ini belum ada penghuninya,saya akan tetap disini".Sahut Nathan dan di barengi oleh suara gaduh beserta dengan suara teriakan.

__ADS_1


Nathan yang biasanya selalu bersaing dengan Nabila kendati meja mereka bersebelahan,tapi kali ini Nathan memutuskan untuk bersaing lebih dekat lagi dengan nabila.


Sorak-sorai begitu terdengar nyaring mengalahkan pasukan paduan suara di kegiatan upacara,suara gaduh itu semakin terdengar jelas karena Nathan nampak menyodorkan buku pada LKS (Lembar Kerja Siswa) pada Nabila, seakan mengisyaratkan mereka akan belajar bersama sekaligus mengakhiri persaingan mereka.


__ADS_2