Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 76


__ADS_3

Kring...Kring ..Kring


Tanpa terasa waktu istirahat telah usai.30 menit yang tak terasa bagi Nita dan Nabila yang sejak di bel pertama saja sudah sibuk berdagang,mencari dan menawarkan dagangan pada pembeli dengan sedikit paksaan versi Nita.


Nabila dan Nita, keduanya harus mengakhiri percakapan mereka dengan helaan napas tak beraturan.Kecewa karena waktu berjalan dengan begitu cepatnya seakan tak ingin membuat kedua nya terlena oleh kenikmatan duniawi yang sifatnya sementara.


Senada dengan Noval dan Nathan yang harus kecewa karena pemandangan yang mereka lihat harus terhenti oleh sebuah suara yang menakutkan.


"Yeah,dasar bel gak tau situasi dan kondisi".Gerutu Noval sembari beranjak pergi dari taman sekolah dengan kumbang yang selalu berada di bunga mawar nya.


Dengan terpaksa,Noval dan Nathan pergi ke ruangan kelasnya dengan berbagai Omelan dan ocehan yang hanya bisa di mengerti oleh mereka berdua.

__ADS_1


Nathan merangkul pundak Noval, sahabat karib nya yang selalu berada di sisinya dalam situasi dan kondisi apapun.Termasuk mungkin perasaan mereka tertuju pada si kumbang dengan berbeda warna dan corak


Nita dan Nabila,juga sama halnya dengan Nathan dan Noval berjalan saling beriringan sesekali melemparkan candaan, sesekali juga membahas tugas sekolah yang di rasa sulit bagi nita.


"Aku belum pernah bikin karya fiksi sebelumnya,bil".Keluh Nita,yang di rasanya sulit untuk mengerjakan tugas dari guru mata pelajaran bahasa Indonesia.


Nabila tersenyum, kelemahan Nita memang berada di pelajaran bahasa Indonesia maklum saja,Nita tak terlalu berminat dalam pelajar tersebut.Dia sering nya menguap kala pelajaran bahasa Indonesia di mulai.


"Nanti aku bantu, sesuai janji ku.Tapi,kamu mengerjakannya di perpustakaan pulang sekolah ini yah".Nabila dengan halus menawarkan pilihan dan di angguki kepala oleh Nita yang tak keberatan asal tugasnya bisa selesai.


Nita, berbalik badan ke belakang.Suara itu jelas tak asing lagi bagi Nita yang sering berdebat dengan si pemilik suara penuh hinaan,siapa lagi kalau bukan Noval harison.

__ADS_1


"Heh,pria gemuk tak tau etika.Jaga omongan loe,kayak yang bisa aja paling-paling si Nathan yang ngajarin loe".


"Sama kayak loe yang meminta bantuan Dewi keberuntungan loe".Sambar Noval,tak mau kalah dengan Nita.Dia menghampiri Nita yang menatapnya dengan tajam dan menabrak tubuh munggil itu dengan cukup keras hingga tubuh Nita hampir terlempar jika saja Nabila tak sigap memeluk tubuh Nita.


"Jangan kasar sama perempuan".Hardik Nabila, baru kali ini Nabila menunjukkan kemarahannya.


Nathan,tentu tak mau tinggal diam.Dis juga ikut menghampiri Nita dan Nabila yang kedekatan seperti pemain kartun di serial Upin dan Ipin,walau berbeda negara tapi tetap dekat.


Nathan,menarik paksa tangan Nabila, menyeretnya menjauh dari Nita dan Noval yang entah akan melakukan apa pada Nita.


Nabila, memberontak meminta Nathan untuk melepaskan tangan nya yang di seret paksa oleh Nathan menjauh dari Nita yang berada di dekat Noval.

__ADS_1


Nabila, memukul-mukul tangan Nathan yang sayangnya itu malah membuat tangan nya sakit.Sesekali pukulan tangan nya mengenai tangannya pula.


"Duduk dan diam disini,Nabila Kemala".Nathan menundukkan Nabila di kursinya.Ternyata Nathan menyeret paksa Nabila masuk ke ruang kelasnya dan tak bertengkar di jalan,yang sudah pasti akan mendapatkan perhatian khusus dari orang-orang yang berlalu lalang.


__ADS_2