
Nabila,tak henti-hentinya menatap kepergian pria misterius yang duduk dengan waktu lama,dan membayar nya dalam jumlah yang besar.
Nabila,batu teringat pria misterius itu telah menyelipkan beberapa lembar uang seratus ribuan dalam genggamannya, sesaat deru mesin mobil pria itu tak terdengar lagi.
"Banyak banget".Gumam Nabila,tak percaya dengan apa yang di lihatnya.Entah terlalu mawas diri,entah terlalu mengagumi pria misterius itu yang jelas pria itu bagai magnet penarik seluruh pusat perhatiannya.
Nabila, tanpa sadar telah menatap pria itu tanpa berkedip bahkan lembaran uang seratus ribuan yang di selipkan dalam genggamannya saja dia tak sadar.
Nabila duduk kembali di belakang sepedanya dan menghitung uang yang di selipkan oleh pria misterius itu.
"Tiga juta".Nabila, setengah berteriak.Uang yang diselipkan oleh pria misterius itu seakan adalah jawaban dari Tuhan atas do'a nya sebelum berangkat jualan.
__ADS_1
Nabila, menatap uang seratus ribuan satu persatu seakan tak bisa mempercayai nya,takut benar itu adalah uang mainan seperti yang pernah terjadi sebelum-sebelumnya.
"Ini asli,bukan mainan!".Seru Nabila,bersorak senang.Namun,di lain sisi dia merasa mawas diri terhadap pria misterius itu.Takut-takut jika suatu hati nanti pria itu akan menagih uang yang di selipkan padanya.
Nabila, menimang-nimang keputusannya.Dia yang akan menggunakan uang itu untuk membeli laptop atau dia simpan terlebih dahulu sampai pria itu memberikan kejelasan.Jika pun menurutkan kata hati,Nabila inginnya memiliki uang itu yang mungkin adalah jawaban dari setiap do'a-do'a nya dan buah kesabarannya yang selama ini dia jalani.
Nabila, memutuskan untuk tetap berjualan kendati dirinya mendapatkan jackpot dari pria misterius penuh dengan teka-teki di dalamnya.Toh,Nabila sendiri sudah merencanakan untuk berjualan sampai malam, sedangkan untuk menulis novel dia bawa sendiri buku beserta dengan bolpoin nya.
Sesekali Nabila harus menghentikan kegiatannya dan meladeni pembeli yang m memberikan sejumlah uang untuk dia tabung atau untuk bertahan hidup.
Menulis novel di dalam buku yang sudah dia beri garis sebagai penentu tulisannya dan garis antar paragraf,agar terlihat rapih dan terkesan.
__ADS_1
Meski,Nabila sering mendapatkan hinaan di kala dia mengantarkan buku novel nya secara langsung pada penerbit tapi tak mengurungkan nya untuk tetap bekerja,ada pun beberapa karya nya yang dia kirimkan melalui pos,email dan lain sebagainya belum juga mendapatkan tanggapan dari pihak penerbit.
Di bawah cahaya remang-remang ini,Nabila bertekad untuk lebih semangat lagi mengirimkan novel dengan cerita yang menarik,mudah di pahami oleh pembaca,unik dan juga yang sering terjadi di kalangan masyarakat baru-baru ini.
Karya fiksi Nabila pun, sebenarnya tergolong karya yang bisa di sejajarkan dengan tokoh penulis novel terkenal lainnya,entah karena faktor apa Nabila sampai sekarang karya nya belum ada tanggapan.
"Hoam..."Tak terasa Nabila,menguap.Mengantuk di bahu jalanan yang mulai sepi oleh kendaraan.
Nabila, membereskan alat tulisnya,tikar yang dia gunakan maupun pembeli.Membereskan dan merapihkan serapih mungkin,tak lupa dia juga memunggut sampah bekas pembelinya dan memasukkan ke dalam kantong plastik hitam yang sudah dia siapkan dari rumah.
"Mbak.."
__ADS_1