Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 29


__ADS_3

Kesal dan kecewa terhadap Nabila,tanpa merasa bersalah Nathan menjatuhkan meja Nabila dengan sekali sentuhan saja.Sontak saja,itu membuat k gaduhan di dalam kelas.


Nabila,menatap tajam pada Nathan yang selalu mencari masalah dengan nya.Setiap hari,pria itu selalu ingin berurusan dengan nya,tak debat,tak memprovokasi.Nathan selalu punya cara untuk membuat Nabila kesal.


"Dasar anak orang kaya tak punya etika".Gerutu Nabila,sembari membangunkan meja yang tergeletak di lantai setelah di dorong oleh Nathan.


Yang punya salah,tak merasa berdosa apalagi harus mengasihani Nabila yang merupakan rival debat abadinya.


"Wleeee".Nathan, sengaja menjulurkan lidahnya ke hadapan Nabila, mencemooh Nabila yang sejatinya menjadi musuh abadinya.


Menit demi menit terus berlalu,jam pelajaran berganti dengan jam pelajaran lainnya terus saja begitu tanpa terasa jam pelajaran sudah selesai dengan drama ada di dalamnya.


Nita,masih menyimpan rasa kesalnya pada Noval yang tak henti-hentinya menganggu dirinya,membuat mood nya rusak dan si Nathan yang ikut mengompori tanpa lelah.

__ADS_1


"Nabil,ikut aku pulang yuk".Ajak Nita,mengiba pada Nabila yang sudah siap hendak pulang.


Nabila tersenyum."Kau tau sendiri aku harus pergi ke perpustakaan dulu".Tolak Nabila,halus.Nabila menenteng barang dagangannya dan siap melangkah.


"Tunggu".Kata Nita,sembari mengenggam tangan nabila."Aku ikut".Kata Nita,bangkit berdiri dari duduknya dan ikut melangkah bersama dengan nabila.


Bagi Nita tak keberatan dia harus ikut bersama dengan Nabila, daripada dia harus berurusan dengan Noval yang mungkin akan kembali menganggu dirinya.


Nita dan Nabila mengkaji keluar,sedang Nathan dan Noval masih duduk di kursinya masing-masing,menatap kedua murid yang berbeda kasta.Namun,mampu berteman dengan baik.


Noval, tertawa terbahak-bahak."Haha... Haha..Haha..Cantik?,jelas dia cantik hanya dia jutek".Sahut Noval,memuji Nita yang terlampau cuek bebek.


Nathan, menepuk-nepuk pundak Noval."Selamat berjuang,kawan dan sisanya biarkan si miskin.Nabila,itu menjadi urusan ku".Kata Nathan, mengepalkan tangan nya.

__ADS_1


Nathan dan Noval berdiri dan bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing dengan menggunakan mobil masing-masing pula.


Berbeda dengan Nabila dan nita,kedua rival debat Noval dan Nathan malah mengunjungi perpustakaan terlebih dahulu sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing.


Nabila,harus menempelkan karya fiksi nya di Mading perpustakaan karena tak jarang karya nya di tunggu-tunggu oleh penikmat dan pecinta karya fiksi.


Nabila, mengeluarkan kertas HVS berisi karya fiksi nya dan menempelnya di Mading perpustakaan yang terdiri hanya 1 bab saja.


"Sudah berapa bab karya mu, Nabil?".Tanya pak Mario, seperti biasa pak Mario selalu mampir dan bertanya pada nabila,kendati dirinya masih merasa malu terhadap Nabila.


"Sudah hampir selesai,pak".Sahut Nabila, tanpa menoleh.


Pak Mario, menghampiri Nabila yang seperti kesusahan menempelkan karya fiksi nya."Boleh aku bantu?".Tawar pak Mario,tanpa di minta membantu Nabila.

__ADS_1


"Terimakasih".Nabila,terlambat untuk menilai tawaran pak Mario karena tangan kekar itu sudah terulur membantu dirinya tanpa di minta.


"Ehem".Nita,berdehem, dengan aksi pak Mario yang begitu mesra terlihat di penglihatan nya yang tajam,setajam mata elang.Tanpa sadar ada orang lain yang memperhatikan aksinya pada nabila yang terkesan romantis.Pak Mario, menoleh kearah Nita yang tersenyum mesem.


__ADS_2