Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 91


__ADS_3

Nathan menatap Noval sekilas dan merangkul pundaknya."Kepo".Sahut Nathan,tersenyum licik pada sahabatnya yang terlalu ikut campur pada masalah pribadinya.


Nathan, melenggang pergi meninggalkan Noval yang dengan kondisi mulut setengah menganga,tak bisa mempercayai apa yang dia dengar dari ketua geng nya sekaligus sahabat karibnya yang biasanya terbuka bila ada masalah berbeda dengan sekarang.


Noval,menatap kepergian Nathan sampai tubuh Nathan tak terlihat lagi.Barulah dia bisa beranjak pergi dengan menyisakan beribu pertanyaan dalam pikirannya.


Nabila,yang biasanya selalu pergi ke ruangan kelas bersama dengan Nita sekelas upacara bendera,kini terlihat berjalan sendiri tiada yang menemaninya.Teman-teman nya seolah menjauhi nya,rumor tentang retaknya hubungan persahabatan Nita dan Nabila ternyata menyebar deng luas nya.


Nabila,yang di sekati oleh teman kelas nya bukan karena kepintaran dan kecerdasan nya walaupun iya mereka tak menampik jika mereka juga mendekati Nabila karena Nabila pintar,tapi satu yang pasti Nabila menjalin persahabatan yang baik dengan putri konglomerat dengan ketenarannya diatas rata-rata.


Kasak-kusuk begitu riuh rendah terdengar mengiringi Nabila yang hendak kembali ke ruangan kelas dengan seorang diri.

__ADS_1


Rumor tentang hubungan spesial antara guru dan muridnya ternyata juga lebih menyebar dari sekedar rumor retaknya hubungan persahabatan antara Nita dengan nabila.


"Pantas yah,pak Mario selalu berdekatan dengan Nabila.Toh, mereka memiliki hubungan yang spesial di dalam nya".


"Iya, secara kan Nabila pintar dan baik,pasti lah pak Mario juga memilih Nabila.Guru yang pintar pasti memilih wanita yang setara dengannya".


Dapat Nabila dengar gosip dan omongan teman kelasnya yang sengaja di keraskan untuk menyindir Nabila.Sekuat hati,Nabila berusaha menutup telinga nya lebar-lebar.


"Sabar,Nabil".Nabila menasehati diri sendiri seiring dengan obrolan temannya yang semakin kesini malah semakin membuat Nabila sakit hati dan termakan bujuk rayu setan agar membalas ucapan mereka.


Omongan teman kelasnya harus terhenti kala di depan mereka ada sosok yang tengah di bicarakan langsung oleh orang nya dan sangat kebetulan si pemeran utama juga ada di depan mereka tengah berdiri seperti mengawasi mereka.

__ADS_1


Nabila,yang melihat Mario ada di depannya tak menggubris kehadiran nya bahkan tak menyapa guru yang telah berbaik hati namun juga menghancurkan citra dan persahabatan nya.


Nabila,mendelik sebal pada pak Mario, dapat Mario lihat wajah kecewa Nabila yang di realisasikan dengan sebuah tindakan yang acuh dan tak acuh.


Kedua tenan Nabila yang hendak bertanya langsung pada Nabila dan matio, seakan mengkonfrontasi mereka lewat pertanyaan menjadi bertanya-tanya sendiri.


Tindakan Nabila,untuk menepis rumor yang sudah terlanjur menyebar atau memang dia tengah bersandiwara untuk menutupi aib nya dari semua orang.


"Jadi,pak apa benar rumor itu memang benar adanya?". Tanpa basa-basi murid itu malah bertanya seakan tak punya malu pada guru nya sendiri.


Mario,menatap kedua muridnya yang sudah terlanjur ingin tau tentang kebenaran tumor yang telah menyebar dendam luas nya.

__ADS_1


"Yah benar".Singkat,padat,jelas penjelasan dari pak Mario seakan membenarkan rumor itu menjadi sebuah fakta bukan lagi berita simpang-siur yang kebenarannya belum pasti.


__ADS_2