Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 204


__ADS_3

Nabila, menitipkan makaroni balado pada ibu kantin sekitar 50 bungkus, sisanya dia jual dengan seperti biasa menyusuri ruangan kelas dengan berteriak terkadang menghampiri kelas tersebut.


Keadaan sekolah yang masih terlalu pagi dan hanya satu,dua orang yang berlalu-lalang itu pun yang sedang melakukan kegiatan ekskul di pagi hari dan mewajibkannya untuk berangkat lebih awal.


Tanpa Nabila sadari,dia melewati segerombolan murid yang tengah mempersiapkan diri seperti hendak akan melakukan perlombaan dengan mempersiapkan segala keperluan dan pakaian yang akan di kenakan nanti.


"Apa iya lomba nya sekarang?".Gumam Nabila, bertanya-tanya pada dirinya sendiri padahal seingatnya lombanya di adakan beberapa hari lagi.


Nabila, memperhatikan segerombolan murid itu yang tengah sibuk dan saling bercengkrama seperti sedang melakukan protes dan debat sengit, mengingatkan nya pada sosok Nathan.


Nabila, bergeleng kepala.Selalu,sosok itu yang ada di dalam pikirannya akhir-akhir ini dan seperti tidak pernah terhapus kan dalam memori otaknya.

__ADS_1


Saking khusu nya Nabila memperhatikan,hingga Nabila tak sadar dengan pijakan kakinya dan yang ada di depan nya hingga


Bruk


Tabrakan antar dua tubuh manusia tidak bisa di hindari.Mata Nabila tertuju pada segerombolan orang,sedang kakinya terus maju tanpa arah dan tak mengetahui yang ada di depannya.


"Kalau jalan pake_"Orang yang tanpa sengaja di tabrak oleh Nabila menjeda ucapan demi melihat orang yang telah menabraknya.


"Maaf,aku tidak sengaja".Sesal Nabila sembari menunduk semakin dalam dan kantong plastik yang terlalu besar hingga nyaris membuat tubuhnya terhuyung ke belakang.


Dengan hati-hati Nabila memberanikan diri mengangkat kepalanya untuk melihat orang yang tak sengaja di tabrak olehnya sekaligus telah menyiksa fisik nya secara tidak langsung.

__ADS_1


"Nathan..Kau"Nabila tak bisa mempercayai apa yang di lihatnya.Lihatlah orang yang ada di depannya tengah berdiri dengan sombongnya sembari menyimpangkan kedua tangannya di depan dadanya dengan pakaian rapih dan rambut yang tertata begitu sempurna nya.


"Kenapa?,kau yang menabrak tubuh ku,kau juga yang marah".Hardik Nathan, dengan sombongnya seakan dia ingin membalaskan rasa sakit akibat Nabila menabrak tubuhnya dengan hantaman yang cukup lumayan sakit baginya.


Nabila, bergeleng-geleng kepala sudah hal lumrah terjadi pada Nathan dengan gayanya yang sombong dan angkuh.Nabila,hendak melangkahkan kaki tapi tubuh Nathan menghalangi langkah kaki nabila di coba ke segala arah pun tetap di halangi oleh tubuh Nathan yang kekar.


Nabila, menghentikan langkah kakinya dan menatap Nathan yang tidak mau memberikan jalan untuknya dan seperti menuntut sesuatu yang entah apa itu.


"Mau apa lagi?".Tanya Nabila dengan nada marah sekaligus meminta Nathan memberikan jalan untuk nya.


Nathan,nampak berpikir tapi sepertinya itu hanya pura-pura saja terbukti dia hanya bertopang dagu,tapi tak berpikir.

__ADS_1


"Kalau tidak ada yang ingin kau ucapkan?,aku pergi".Ancam Nabila,sembari hendak ingin melangkah pergi,tapi lagi di halangi oleh Nathan yang tak rela Nabila pergi begitu saja.


"Apa lagi?".Nabila kesal sendiri dengan tingkah laku Nathan yang tidak mau berbicara, membiarkan Nabila pergi pun enggan.


__ADS_2