Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 46


__ADS_3

Nathan menyeringai lebar kala Nabila tanpa sadar masuk ke dalam perangkap, tanpa bisa dia melawan apalagi ada pembelajaran dari malaikat pelindung nya.


Hawa panas tiba-tiba menjalar di tubuh Nathan yang terlalu dekat dengan tubuh Nabila, tanpa dia sadari matanya melihat bibir ranum Nabila yang memanggil-manggil dirinya untuk menyesap bibir ranum yang belum pernah di sentuh oleh pria manapun.


Gleg..Gleg..Gleg


Sudah payah Nathan,menelan salivanya.Kecantikan wajah Nabila dan bibir ranum itu berhasil menggoda iman Nathan.


"****".Umpat Nathan untuk dirinya sendiri yang tak bisa melawan godaan di depan matanya.Hampir dia meraup bibir ranum milik Nabila, seandainya dia tak ingat.


Nathan, memperhatikan sekitar.Matanya menangkap sosok pria bertubuh kekar dan berparas rupawan tengah mengamati dirinya.


Nathan tersenyum simpul,dia menoleh kearah Nabila yang menutup matanya secara perlahan.Otaknya masih berjalan waras kendati iman nya hampir goyah oleh godaan di depan matanya.


Nathan, membisikkan sesuatu di telinga Nabila."B***".Umpat Nathan untuk Nabila yang sebenarnya untuk dirinya sendiri.


Nabila,membuka matanya dan mendorong dada bidang Nathan.Harapannya tak sesuai dengan ekspektasi Nabila yang mengharapkan sesuatu lebih dari diri Nathan.

__ADS_1


Nabila,membawa kantong plastik berisi dagangan nya yang tanpa sengaja malah dia jatuhkan.


"Gila loe".Hardik Nabila,sembari beranjak pergi.


Nathan,memutar tubuhnya menyaksikan Nabila yang semakin berlari meninggalkan dia yang tersenyum penuh kemenangan.Seandainya dia tak ingat akan dirinya yang masih berada di lingkungan sekolah kendati dia berada di tempat yang lumayan sepi,tapi kehadiran pria bertubuh tegap itu telah berhasil menggagalkan rencananya.


"Ini belum berakhir, bersiaplah untuk menerima kejutan demi kejutan yang akan terjadi di depan mata".Gumam Nathan, menoleh kearah pria yang sedari tadi terus memperhatikannya.


Sedang,pria yang memperhatikan Nathan dan Nabila dia terlihat mengepalkan tangannya.Entah cemburu,entah mengutuk perilaku Nathan yang melanggar aturan sekolah.


Nathan,beranjak pergi setelah dia tersenyum simpul pada pria yang telah menggagalkan rencananya dan menatap dirinya dengan kilat kemarahan jelas terlihat di pelupuk matanya.


Dia ternyata kalah cepat,berbeda dengan Nathan yang telah berani melangkah lebih cepat dari dirinya.Padahal dia selalu berada dekat dengan nabila.


Tanpa sadar kedekatan dan rasa iba itu telah memunculkan percikan-percikan api cinta di hatinya pada murid yang dia banggakan.


Pria itu,memilih pergi dengan membawa kemarahan dan rasa kesal yang baru sedikit mereda akibat adegan yang di lihat nya tanpa sengaja.

__ADS_1


Berbeda dengan Nabila,yang kembali berdagang kendati hatinya merasakan kesal pada Nathan yang seakan mempermainkan dirinya.


"Sadar Nabila,sadar". Beberapa kali Nabila mengingatkan dirinya sendiri akan status dan kasta yang berbeda antara dirinya dengan Nathan,dia pula yang menjadi rival debat abadi dirinya.


Nabila,masih bersemangat menyusuri setiap ruangan kelas menawarkan barang dagangannya pada murid sekolah.


Kring...Kring...Kring


Bel berbunyi,tanda mata pelajaran pertama akan di mulai bertepatan dengan dagangan nabila yang habis terjual tanpa bantuan Nita.


Seandainya ada Nita,mungkin Nabila bisa menjual dagangannya lebih cepat dari sekarang dan dia bisa beristirahat sejenak sebelum mata pelajaran di mulai.


Nabila,berlari menuju ruangan kelasnya takut ketinggalan masuk kelas apalagi ruangan kelasnya berada jauh dari posisinya sekarang.


Brak


Karena tak hati-hati tanpa sengaja Nabila menabrak tubuh seseorang dengan perawakan jauh diatas dirinya.

__ADS_1


"Maaf,aku tak sengaja".Ucap Nabila, tanpa menoleh.


__ADS_2