
Adu mulut terjadi antara Nathan dan Nabila di sepanjang perjalanan dengan berjalan beriringan bak sepasang kekasih yang sedang bertengkar karena masalah sepele yang sayangnya itu terlihat begitu mesra terlihat oleh sebagian orang awam.
"Bisik-bisik tetangga".Ucap salah satu murid yang menyaksikan adu mulut antara Nabila dan juga Nathan.
"Iya,mesra banget kayak yang udah punya hubungan spesial". Timpal seorang murid lainnya yang juga ikut melihat adegan demi adegan antara Nathan dan juga Nabila bahkan sempat-sempatnya merekam momen itu seakan moment yang langka dan tak bisa terulang kembali.
"Mau loe apa sih,pake bawa-bawa dagangan gue.Mau loe rampas dan buang".Gertak Nabila sembari berusaha merebut kantong plastik berisi dagangan nya.
"Suudzon banget sih loe sama gue padahal niat gue itu baik dan loe malah nuduh gue yang enggak-enggak".Protes Nathan sembari melemparkan plastik berisi dagangan nabila.
"Loe_".Nabila tak bisa mempercayai apa yang di lihatnya.Nathan melemparkan semua dagangannya ke sembarang arah bahkan sampai mengeluarkan bunyi yang cukup keras.
__ADS_1
Dengan segera Nabila,mengambil plastik besar berisi dagangannya dan memeriksa isinya yang untungnya tidak ada hal yang dia takutkan hanya ada beberapa makaroninya yang hancur tapi tak parah dan masih bisa di jual kembali.
Nabila,menatap Nathan dengan tatap tajam dan menghunus langsung menuju titik jantung berada siap menerkam mangsanya yang malah berdiri dengan angkuhnya tak merasa bersalah sama sekali.
Nabila, berjalan menghampiri Nathan dengan menenteng plastik berisi dagangannya,siap memuntahkan api lahar dari ledakan gunung Krakatau.
"Loe_".Tunjuk Nabila hendak memukul kepala Nathan dengan sebelah tangan nya,tapi aksinya urung di lakukan karena ada guru yang hendak masuk ke kelas.
"Ini juga kami mau masuk pak".Sahut Nathan,sembari mengandeng mesra pundak Nabila yang bahkan masih menatap sinis pada Nathan.
"Ayo".Ajak Nathan dengan penuh intimidasi agar Nabila juga ikut masuk kelas bersama nya dan drama yang tercipta harus terhenti.
__ADS_1
Guru itu nampak bergeleng-geleng kepala dengan tingkah laku dari kedua murid pintar yang sama-sama sedang bersaing dalam prestasi akademik maupun dalam hal keaktifan.e
Semua mata murid tertuju pada kedatangan Nabila dan Nathan yang tak biasanya mereka masuk dan bahkan berjalan dengan beriringan bahkan Nathan sampai mengandeng pundak Nabila dengan penuh mesra.
Noval,tak kalah terkejut dan sock atas apa yang di lihat nya hingga dia membuka mulutnya lebar-lebar dan membelalakkan mata, seakan melihat fenomena yang langka.
Tak ada yang tau di balik adegan itu,Nabila tengah menahan emosinya terhadap Nathan yang seenaknya bertingkah laku bahkan bersikap sok romantis kepadanya dan di hadapan teman-temannya.
"Singkirkan tangan loe,amuba".Hardik Nabila,risih terus di gandeng oleh Nathan yang bahkan dia seakan menunjukkan kemenangan atas tindakannya sendiri.
Nathan, melepaskan tangan nya di pundak Nabila dan berjalan dengan angkuhnya menuju mejanya yang sudah mendapatkan sambutan dari si tengil,Noval yang bahkan sampai meneteskan air liur nya demi melihat adegan yang tersaji di depan matanya.
__ADS_1
"Hapus air liur loe,Noval edelweiss".Sindir Nathan sembari melemparkan sapu tangan tepat di depan Noval yang masih tidak bergeming meski tangan Nathan menepuk pundaknya.