Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 26


__ADS_3

"Arghhhh".Nathan,berteriak sekencang-kencangnya seakan dia tengah melampiaskan segala kemarahan dan kekesalan nya yang sejak kemarin malam menganak dalam hatinya dan siap di tumpahkan bak air hujan yang jatuh setelah awan tak mampu menampung debit air yang di kandung nya.


Noval dan anggota geng Nathan lainnya hanya bisa diam dan pasrah mendapati ketua geng mereka berteriak kencang di sepanjang perjalanan mereka ini.


Tak ada yang berani bertanya apalagi menegur,semua takut akan kemarahan nya yang bak singa kelaparan siap menerkam mangsanya.


Nathan, melampiaskan segala kesalahannya pada Nabila dengan berteriak kencang.Tak ayal,hal itu menarik perhatian sekitarnya tapi lagi tak bisa menegur seorang Nathan anumerta,si murid populer dengan segudang prestasi dan paras tampan nya yang mampu menghipnotis orang di sekitarnya.


"Nita lagi..Nita lagi,kenapa selalu dia yang menjadi tameng pertahanan Nabila?".Gerutu Nathan,tak henti-hentinya mengoceh.


Noval yang berjalan di samping nya, mengerti akan kekesalan Nathan pada Nita dan si cantik penuh perjuangan Nabila.


Noval, merangkul pundak Nathan yang terus mengoceh mengumpati kedua siswi berbeda kasta itu.Hanya Noval yang berani menegur bahkan merangkul Nathan, diantara anggota geng yang lainnya.

__ADS_1


"Kau kesal sama Nita apa sama Nabila?".Tanya Noval, berusaha menenangkan Nathan yang terus mengeluarkan unek-uneknya.


Nathan,menoleh kearah Noval."Kau tau sendiri aku seperti apa dan pada siapa aku menyimpan rasa kesal?".Nathan, melampiaskan kemarahannya pada Noval,yang telah berani merangkul pundaknya.


"Setau ku pada Nabila,tapi kau seharusnya jangan membuang tenaga dan waktu mu untuk membenci seorang Nita Edison".


Nathan,menyibak tangan Noval yang ada di pundaknya.Jelas Noval tau,dia membenci Nabila,tapi si cantik Nita yang suka menghalangi jalannya tentu menjadikan dia ikut dalam daftar orang yang dia benci.


Noval terkekeh."Hai,santai.Kau lakukan bagian mu dan aku lakukan bagian ku.Kau membenci Nabila,aku pun membenci Nita,okay".Kata Noval,mencoba mendekati Nathan yang sensitif untuk di dekati."Biarkan Nita yang menjadi urusan ku".Bisik Noval.


Nathan, mengerutkan keningnya.Masih tak mengerti dengan ucapan Noval yang tidak di ucapkan secara gamblang.


"Ayo bro, jangan terus berdebat disini".Kata nazar,sembari merangkul pundak Noval dan Nathan.

__ADS_1


Kontras dengan Nathan dan Noval yang hampir berseteru karena hal yang sepele.Berbeda dengan Nita dan Nabila.Kedua siswi cantik ini malah saling diam,tak ada yang berani mengeluarkan sepatah katapun,apalagi Nabila yang sedari tadi terus menunduk.


Entah malu atau takut dengan aksi Nathan and the geng yang berteriak dengan mengeluarkan kata-kata hinaan dan merendahkan dirinya.Yang jelas,Nabila tak berani mengangkat kepalanya, bahkan berjalan pun seakan tak ada gairah.


Nita,yang berjalan di samping nya sampai kebingungan dengan sikap Nabila yang diam seribu bahasa tanpa mau menoleh kearahnya apalagi mengangkat kepalanya.


Nabila yang malang,dia terus menundukkan kepalanya seperti seorang penjahat yang di giring oleh sekelompok masyarakat yang mengaraknya keliling kampung.


"Nabila ku sayang, Nabila ku malang".Gumam Nita,iba terhadap Nabila yang mendapatkan bullying secara tak langsung oleh Nathan karena faktor kemiskinannya.


Dalam hati,dia terus menasbihkan diri untuk selalu membalas perbuatan Nathan terhadap sahabat baiknya yang penuh perjuangan dan pantang menyerah.


Tanpa sadar,Nita mengepalkan tangannya."Akan ku buat kalian membayar atas apa yang Kalian lakukan terhadap Nabila".Gumam Nita, menggemelatukkan giginya geram.

__ADS_1


__ADS_2