
Dagangan yang Nabila jual sekarang harus lebih banyak dari hari kemarin,di sisa waktu yang tinggal 2 hari dia harus mengumpulkan uang banyak dan berbekal do'a serta semangat.Nabila,mulai mengayuh sepedanya dengan sangat hati-hati.
"Mie rebus..Kopi hangat..Permen..Kacang ...Semua ada".Teriak Nabila,memanggil pembeli.
Nabila,yang pantang menyerah dia bersemangat untuk mengubah takdir kehidupan nya dan meraih segala impian serta cita-citanya.
Panas terik matahari,tak membuat semangat nya goyah apalagi menyerah pada keadaan yang serba kekurangan.
Nabila,mulai menyusuri jalanan dan tempat-tempat wisata yang padat dan ramai oleh pengunjung wisata atau kendaraan yang sengaja mampir untuk beristirahat.
Nabila,berhenti mengayuh sepedanya bukan karena mengeluh apalagi menyerah.Dia justru berhenti di pinggir jalan yang sekiranya ramai di datangi oleh si pengguna jalan yang sengaja berhenti untuk beristirahat.
Titik penjualan yang Nabila pilih tentu bukan sembarang,sebab dia sudah menyurvei nya sendi dan sudah mengamati titik pusat keramaian penyebab kendaraan yang sengaja berhenti untuk beristirahat.
__ADS_1
Tak berselang lama,satu dua pengemudi roda dua maupun roda empat mulai menepikan kendaraan mereka di bahu jalan untuk beristirahat dan meminum kopi hangat untuk menghilangkan rasa kantuk mereka.
"Mbak kopi hangatnya satu,sama mie rebus yah".Teriak si pengemudi membeli dagangan nabila.
Dengan sigap Nabila,meladeni pembeli dengan semangat api membara.Berharap hari ini dan besok dia bisa mengumpulkan uang lebih banyak lagi.
"Susu coklat hangat satu".Teriak si pengemudi yang satu nya lagi.
Berbeda dengan pengemudi yang pertama,dimana dia dengan sigap meladeni si pembeli dengan semangat.Tapi,yang satu ini berbeda,dimana Nabila seperti teringat akan suara pria yang pernah dia dengar beberapa hari yang lalu.
Nabila menyodorkan kopi beserta dengan mie rebus pada si pengemudi yang pertama dan menyodorkan susu coklat hangat pada si pengemudi kedua.
Lagi-lagi pikiran Nabila mengarah pada pria yang dulu sempat menolong nya.Namun, menyakiti nya dengan ucapan dan perbuatannya.Dugaan Nabila semakin kuat di kala pria si pemesan susu coklat hangat itu malah memalingkan mukanya dan seperti menutupi indentitasnya.
__ADS_1
"Terimakasih".Ucap si pria itu tanpa menoleh kearah Nabila yang mulai penasaran dengan si pengemudi yang seperti tak asing lagi bagi nabila.
"Mungkinkah dia orang yang sama atau hanya kebetulan saja?".Nabila semakin yakin dengan dugaan nya.Namun tak bisa membuktikan sendiri,takut salah orang dan malah menyinggung perasaan orang lain.
Sosok pengemudi,si pemesan susu coklat hangat begitu misterius bagi Nabila namun juga menyisakan beribu pertanyaan di benaknya tentang sosok pria yang tak jauh darinya.
Mario, dugaannya mengarah pada sosok kharismatik penuh wibawa,guru yang selalu menolongnya.Namun,kemudian menghancurkannya.
Yah,Nabila mencurigai si pemesan susu coklat hangat itu sebagai Mario putra darmawan,bila di telisik dari postur dan cara bicaranya amat mirip dengan guru dermawan nya.
"Ah sudahlah,ngapain juga memikirkan orang yang tega menghancurkan masa depan mu".Sanggah Nabila, mencoba berpikir negatif di tengah kecamuk pikiran nya yang semakin kusut.
Semakin di pikirkan,malah semakin merusak pikiran Nabila yang tak menyadari si pengemudi yang sempat memesan kopi dan mie rebus hendak membayar.
__ADS_1
"Mbak".Entah panggilan ke berapa dari si pengemudi itu mencoba memanggil Nabila yang tengah melamun.
"Yah".Sahut Nabila, terbata-bata.