
Nathan yang tadinya ingin menggoda dan menganggu Nabila, tiba-tiba hatinya mulai goyah kala melihat wajah cantik nabila.Kulit wajahnya yang tak seperti Nita,putih seputih susu.Warna kulit Nabila berwarna kuning Langsat,khas warga negara Indonesia sekali dengan jilbab yang menutupi auratnya begitu sempurna di kepala Nabila yang berbentuk bulat.
Nathan harus sampai memalingkan wajahnya hanya agar bisa menepis segala puja dan puji tertuju pada Nabila dengan kecantikan wajah khas warga Indonesia.
Noval,menoleh kearah Nathan yang memalingkan wajahnya seakan mulai goyah dengan rencana mereka di awal, anggota kelompoknya pun sampai saling pandang satu sama lain dengan sikap ketua nya.
Noval menghampiri Nathan dan berbisik di telinga Nathan seakan mencoba untuk menyadarkan dirinya atas hatinya yang mulai berdebar tak karuan.
"Kendalikan diri mu,cepat laksanakan rencana mu dan jangan sampai kau terjebak oleh permainan yang telah kau ciptakan sendiri".Bisik Noval di telinga Nathan,agar ketua geng nya sekaligus sahabat karib nya teguh dalam pendirian nya.
Nathan menatap Noval yang telah berani mengusik ketenangannya bahkan telah berani menasehatinya.
Noval yang mengerti dengan arti tatapan Nathan,dia pergi menjauh dari diri Nathan yang mulai merasa kesal dengan tingkah lakunya.
__ADS_1
Nathan kembali menatap Nabila yang masih tetap fokus membaca buku sebagai persiapan nya menghadapi ulangan harian.
Nathan menghampiri Nabila sekali lagi dan menggeplak meja dengan cukup keras hingga teman kelasnya yang tengah fokus membaca sampai menatap Nathan dengan tatapan tajam.
"Heh, wanita kesayangan mario Balotelli.Ngapain loe belajar, tanpa belajar pun lie pasti dapat nilai sempurna lewat kata-kata rayuan mu dan juga" .Nathan menjeda ucapannya,dia tatap kembali wajah nabila yang memang cantik dan sempurna.Nabila tak terusik sedikit pun dengan geplakan meja Nathan bahkan kedua tangan Nathan dia letakkan diatas mejanya.
Nathan kembali memalingkan mukanya,dia tak kuat terus berlama-lama menatap wajah Nabila dengan pahatan yang sempurna.
Nathan,kembali menatap Nabila,kali ini keningnya menyentuh kening Nabila,kemudian dia melepaskan keningnya dan mengangkat dagu Nabila agar menatap wajahnya.
"Kau hanya perlu merayu Mario mu yang tersayang dengan goyangan mu itu".Bisik Nathan di telinga nabila yang melotot tajam dengan bisikan Nathan.
Refleks Nabila menjauhkan wajah Nathan dari wajahnya dan mendorong dada bidang agar menjauh darinya.
__ADS_1
"Jaga omongan loe,pria tak bermoral".Gertak Nabila,untuk pertama kalinya pula Nabila berteriak membela harga dirinya yang selama ini di injak-injak.
Nathan terkejut dengan tindakan Nabila yang berani membentaknya, padahal selama ini selalu diam bila mendapatkan perlakuan dari dirinya dan anggota geng lainnya,apalagi pada Nita yang merupakan mantan sahabat karibnya.
Dengan segera Nathan tersadar kembali.Dia kembali mendekati Nabila yang sudah berdiri dengan tegapnya dan berteriak lantang seakan dia adalah korban yang harus di lindungi.
Prok..Prok...Prok
Nathan bertepuk tangan tepat di depan wajah Nabila, seakan memuji sekaligus menyindir Nabila akan tindakannya yang berani melawan tindakan dan ucapan nya,untuk pertama kalinya dalam sejarah Nathan membully nabila.
Prok...Prok...Prok
Tak hanya Nathan yang bertepuk tangan,ada seseorang yang juga ikut bertepuk tangan menyusul Nathan dari arah belakang.
__ADS_1
...****************...
Siapa yah yang bertepuk tangan menyusul Nathan?, penasaran gak tuh ready?,yuk temukan jawabannya dengan terus membaca novel ini dan jangan lupa tinggalkan jejak yah... Terimakasih...