Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 45


__ADS_3

Nathan,sudah sejak daritadi memperhatikan Nabila yang tengah menyusuri setiap ruangan kelas demi menawarkan barang dagangannya pada murid sekolah hanya dengan seorang diri tanpa di temani oleh Nita yang kehadirannya seperti malaikat pelindung bagi Nabila.


Sudah sejak tadi pula,Nathan mengamati sekitar Nabila,takut Nita akan muncul secara tiba-tiba dan menghancurkan segala rencananya yang telah dia susun sesempurna mungkin.


Lama memperhatikan sekitar,si guardian angel nya Nabila tak muncul.Nathsn, menyeringai lebar kala gadis miskin incaran nya tak mendapatkan pengawalan dari si cantik Nita penuh dengan pengawasan super ketat.


Nathan,muncul dari persembunyiannya di balik pilar tembok dan berdiri di belakang Nabila yang membelakanginya,dimana Nabila hendak pergi lagi ke ruangan kelas lainnya.


"Ternyata loe gak kapok yah, tetap jualan di sekolah". Dengan senyuman liciknya,Nathan menginterupsi langkah kaki Nabila yang hendak menawarkan dagangannya di ruangan kelas lainnya.


Nabila,memutar tubuhnya menghadap suara berat penuh intimidasi yang berdiri di belakangnya dengan angkuhnya.


"Nat..Nathan". Dengan suara bergetar,Nabila tak bisa mempercayai apa yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Lihatlah,Nathan si rival debat abadinya tengah berdiri dengan angkuhnya sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana dan senyuman licik nya, seakan siap menyerang nya dengan kata-kata hinaan.


Nathan,berjalan dengan pelan nya menghampiri Nabila yang berdiri mematung seakan tak mempercayai apa yang di lihat nya.


"Selamat pagi,gadis miskin".Bisik Nathan, mencondongkan badannya ke depan wajah Nabila.


Bisikan pen h dengan intimidasi itu membuat Nabila diam mematung tak bisa bergerak apalagi menghindar,wajah Nathan terlalu dekat dengan wajahnya hingga nyaris bibir Nathan menyentuh bibirnya.


Nathan, tersenyum lebar kembali memundurkan tubuhnya dari hadapan nabila."Keberuntungan tak lagi berpihak kepada mu, guardian angel mu tak lagi berada di sisi mu".Kata Nathan, dengan sombong nya merendahkan nabila tanpa ampun.


"Mau kemana kau?".Nathan,maju hendak menghampiri Nabila lagi yang mundur beberapa langkah siap Kabir darinya.


"Mau apa kau?". Dengan suara bergetar pula,Nabila bertanya seperti orang yang ketakutan.

__ADS_1


Nathan,maju lebih dekat lagi dengan Nabila yang hendak berusaha kabur dari nya.Semakin lama, semakin dekat jarak Nathan dengan Nabila.


Refleks Nabila menjatuhkan kantong plastik berisi barang dagangannya, matanya berkaca-kaca dan tangan nya mengepal.


Nabila, tanpa Nita dia tak bisa berbuat apa-apa apalagi Nathan berhasil mengunci pergerakannya setelah dia berhasil mendorong tubuh Nabila ke pilar tembok dan tangan Nathan mengunci tubuhnya tanpa bisa Nabila melawan nya.


Nathan,jelas bukan tandingannya.Tubuhnya yang kekar dan tinggi,tak sebanding dengan tubuh h Nabila yang munggil dan tinggi badan hanya sebatas dada bidang Nathan.


"Sudah lama aku menantikan momen ini".Bisik Nathan,tepat di daun telinga nabila.


Nabila bergidik geli.Bisikan itu, seperti bisikan setan siap menggoda imannya.Suasana panas tiba-tiba menjalar di tubuh Nabila,yang sebelumnya tak pernah Nabila rasakan.


Nathan, semakin tersenyum penuh kemenangan.Nabila semakin menunjukkan ketakutannya terhadap dirinya yang mengungkung tubuh Nabila di pilar tembok tanpa bisa Nabila melawan tubuhnya yang kekar.

__ADS_1


Perlahan tapi pasti,Nabila menutup matanya seiring dengan wajah Nathan dekat dengan wajahnya seperti hendak mencium bibir ranum Nabila yang belum pernah merasakan sentuhan bibir pria manapun, sekalipun itu adalah ayahnya sendiri.


"B***"".Umpat Nathan, berbisik di telinga nabila.


__ADS_2