Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 56


__ADS_3

Belum sempat Nabila tersadar dari rasa keterkejutannya atas suara klakson yang di bunyikan cukup keras dan lama,belum lagi lemparan botol Aqua yang tepat menghantam kepalanya dan sekarang dia kembali di kejutkan oleh sebuah suara hinaan dari seseorang di balik kaca mobil yang tebal dan hitam.


Nabila,kembali harus di kejutkan dengan seseorang yang turun dari mobilnya yang berhenti tepat di samping tubuhnya.


Pria itu menggenakan kaca mata hitam,kemeja putih di padukan dengan jas berwarna hitam senada dengan warna celana satin yang di gunakan nya.Terlihat gagah dan formal, seperti tengah menghadiri jamuan formal yang biasa di adakan oleh kalangan elit.


"Gadis sombong, ngapain loe malem-malem keluyuran pake sendal pula".Hina pria itu,memandang jijik kearah nya.


Nabila,belum tersadar dengan apa yang ada di hadapannya hingga pria itu menurunkan kaca matanya sembari membuka kancing atas jas nya memperlihatkan kemeja putihnya seputih kulit nya yang bersih.


"N-Nathan".Nabila tak bisa mempercayai apa yang ada di hadapannya,pria yang selama ini dia hindari kalah dengan tanpa sengaja dia bertemu dengan pria yang menjadi rival bak debat nya.

__ADS_1


"Kenapa?,terkejut?".Ledek nathan,sembari menghampiri Nabila yang mundur beberapa langkah siap untuk lari darinya untuk kedua kalinya.


"Loe itu kayak maling ke tangkap basah".Hardik Nathan."Kenapa loe mundur?,udah tau kesalahan loe apa?". Beberapa rentetan pertanyaan yang menyudutkan Nabila,Nathan lontarkan seakan dia tengah melampaui kemarahannya.


Nabila,mundur seiring dengan langkah kaki Nathan yang terus mendekat kearah nya tanpa ampun siap menerkam dirinya dalam keadaan gelap gulita dan malam semakin pekat.


"Mau lari kemana kau,gadis miskin?".Nathan tersenyum licik,menyadari raut wajah penuh ketakutan dari nabila.


Nabila,siap hendak berlari menjauh dari Nathan yang terus menghampiri nya.Nabila menghitung dan memperkirakan dengan matang-matang langkah yang dia ambil.


Nabila menghentikan langkahnya seiring dengan jarak Nathan dengan nya hampir dekat dan tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Sudah sadar loe sekarang?".Nathan sudah yakin dengan perkiraan nya hingga di detik kemudian Nathan hendak mengungkung tubuh Nabila lagi namun pergerakan nya kalah cepat dengan pergerakan Nabila yang tiba-tiba berjongkok dan berlari sekuat tenaga, memanfaatkan kepercayaan diri Nathan yang sudah yakin bisa mengalahkan Nabila lagi.


Sekuat tenaga Nabila lari menghindari Nathan yang terperangah dengan apa yang baru saja terjadi.Nabila berhasil meloloskan diri dengan begitu mudahnya seakan dia kembali di lindungi oleh malaikat pelindung nya.


"****".Nathan,mengumpati dirinya yang dengan kebodohannya sendiri malah membiarkan mangsanya lepas begitu mudahnya padahal dia sudah yakin Nabila tidak akan lepas dari perangkap nya.


...----------------...


Langit-langit malam begitu pekatnya menandakan akan terjadi hujan di malam hari yang cerah namun berubah menjadi gelap gulita, seperti kehidupan nya yang gelap tiada cahaya matahari.Mario,duduk sendirian di sebuah taman seorang diri sembari memikirkan murid didiknya.


Entah kenapa Mario mendadak ingin keluar malam,mencari angin atau sekedar menjernihkan pikiran nya.

__ADS_1


Di bangku taman ini yang menghadap jalanan,Mario duduk sendirian memandang orang-orang yang berlalu lalang dengan kendaraan masing-masing tapi ada juga yang berjalan kaki sesekali dia melihat para pedagang yang mulai beranjak pulang karena hari sudah malam dan awan hitam begitu pekatnya.Mario,teringat akan masa lalunya.


__ADS_2