Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 73


__ADS_3

Nita,mengambil gulungan kertas itu dengan tangan yang bergetar dan hatinya yang bertalu-talu seakan mendapatkan jackpot dengan hadiah yang fantastis dan tak ternilai.


"Yaelah ngambil gulungan kertas aja kayak yang yang ngambil apa kali".Sindir Noval yang tak suka dengan sikap Nita yang seakan berlebihan.


Nita,melirik Noval dengan tatapan maut nya.Lagi-lavi dia mendapatkan gangguan dari Noval, seakan mereka tak bisa di satukan oleh suatu apapun.Terkecualinoleh tangan Tuhan yang bekerja mengatur kehidupan mereka.


"Suka hati gue ".Sahut nita,sembari mengibaskan rambut panjang nan Hitam nya ke depan wajah Noval.


"Idih,kucing gatel loe".Sindir Noval,tak suka dengan perilaku Nita yang berlengak-lengok bak kucing yang sedang birahi.


Nita dan Nabila sudah mendapatkan gulungan kertas,murid yang lain pun sudah memegang gulungan kertas di tangan ketua kelompok masing-masing dan menjaganya seakan itu barang yang berharga dan tak ingin lepas darinya.


Nathan, kelompok yang terakhir mendapatkan giliran mengambil gulungan kertas.Mau tak mau dia harus mengambil gulungan kertas yang tersisa tanpa bisa memilih.

__ADS_1


Gulungan kertas itu sudah berada di tangan ketua kelompok masing-masing,tiba saatnya yang di tunggu-tunggu oleh Nita yaitu membuka gulungan kertas dan mengetahui nama guru yang harus mereka wawancarai.


Ibu guru,mulai menghitung mundur dalam proses pembukaan gulungan kertas.Nita,tak henti-hentinya terus mengoceh, mulutnya berkomat-kamit mengumamkan sesuatu yang tak jelas di dengar oleh Nabila.


"1...2...3...Buka anak-anak". Perintah itu seakan laksana komando yang memerintah untuk berperang.Suasana kelas yang awalnya hening kembali ricuh,satu persatu mulai mengetahui nama guru yang harus di wawancarai dan mulai berteriak histeris.


Nita,masih mengenggam gulungan kertas itu dan mulutnya terus berkomat-kamit di kala semua murid sudah membuka gulungan kertas dengan teriakan histeris.


"Mario".Gumam Nabila, menoleh kearah Nita.


Meski merasa kesal dengan Nabila,Nita akhirnya tersenyum penuh kepuasan.Nama itu sesuai dengan harapannya,tak sia-sia dia terus berkomat-kamit.


Refleks Nita,memeluk Nabila dengan penuh keharuan.Usahanya dalam berdoa membuahkan hasil dan nama itulah yang dia harapkan ternyata memang benar adanya.

__ADS_1


Noval yang menyaksikan nya saja sampai melongo dengan kelakuan Nita yang seakan bertemu dengan sosok idola nya yang menjadi kenyataan.


Nathan, menepuk-nepuk pundak Noval.Pahsk betul dengan apa yang di rasakan oleh sahabatnya,dimana orang yang kita sukai malah mengidolakan orang lain.


Noval, mencengkram gulungan kertas itu dengan kuat hingga nyaris sobek jika tidak di rebut paksa oleh Nathan sama seperti Nabila yang merebut paksa gulungan kertas dari Nita yang tak kunjung membuka nya.


"Jangan di cengkram terlalu kuat,bego". Perlahan Nathan, membuka gulungan kertas itu sebab kertas nya hampir sobek akibat cengkraman tangan noval yang begitu kuatnya.


'Melusa hanania'.Nama guru itu yang ada dalam gulungan kertas yang di buka oleh Nathan, dengan hati-hati membuka nya.


"Kabar buruk bro".Ucap Nathan pada Noval yang tak sabaran mengetahui nama guru yang harus mereka wawancarai.


Noval,menepuk jidatnya.Nama guru itu seakan horor baginya setelah nama Mario yang menjadi daftar hitam dalam pikirannya, ternyata nama yang mereka hindari malah terpampang dengan nyata di depan mata.

__ADS_1


__ADS_2