Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 216


__ADS_3

Lihatlah pria yang dari semalam selalu ada di dalam pikirannya hingga terbawa mimpi tengah berdiri dengan sombongnya sembari melipat kedua tangannya di depan dadanya, seakan menunjukkan keangkuhan dan juga kewibawaannya yang selama ini selalu dia pamerkan di depan Nabila yang bahkan berpakaian lusuh dan sedikit tak layak.


Yah,dia adalah Nathan anumerta yang berdiri menghadang langkah kaki Nabila dengan sombongnya seakan tak pernah jemu apalagi lelah terus menganggu kehidupan nabila.


"Kau,sedang apa kau disini?".Tanya Nabila,kesal luar biasa karena Nathan tiba-tiba menghadang jalannya yang ingin hendak berjualan.


"Menurut loe?".Tantang balik Nathan,sekali lagi membuat Nabila kesal dengan tingkah laku dan ucapan nya.


Nabila,memutar matanya jengah.Berhadapan dengan Nathan harus bisa menyiapkan nyali yang besar seharusnya Nabila ingat itu tapi pikiran nya selalu teringat akan Nathan.


"Menurut loe?,gue disini ngapain lagi kalau bukan menganggu loe".Ucap Nathan sembari tertawa meremehkan.


Sudah Nabila duga,tak ada hal baik dari diri Nathan yang mesti dia kagumi apalagi sampai terbawa mimpi.

__ADS_1


Nabila,memilih untuk meninggalkan Nathan yang sepertinya ingin menganggu Nabila lagi,tapi tangan Nathan lebih cepat dari kaki Nabila.Dimana,Nathan menghadang Nabila untuk bisa pergi dengan leluasa.


"Loe mau lari dari gue?,gak semudah itu ferguso".Ucap Nathan, menginterupsi langkah kaki Nabila.


Nabila,menghela napasnya secara kasar dan harus menyiapkan mentalnya untuk menghadapi serangan Nathan yang mendadak dan tiba-tiba.


Diam,tak ada yang berani memulai berbicara apalagi mengambil tindakan.Bsik Nabila maupun Nathan kedua nya hanya saling berdiam diri tak ada yang memulai serangan.


Kring...Kring...Kring.


Adu mata diantara keduanya harus terhenti kala bel tanda masuk kelas telah berbunyi.Nathqn mendesah kecewa sedang Nabila bisa bernapas dengan lega karena penderitaan nya telah berakhir dan Nabila bisa bebas dari perangkap Nathan yang terus mengintai nya tanpa kenal lelah apalagi bosan.


"Loe mau tetep disini atau mau masuk kelas?".Tanya Nabila dengan penuh sindiran pada Nathan yang bahkan tak Sudi harus berakhir begitu saja perang mata diantara dia dan nabila.

__ADS_1


Nathan, memutuskan untuk pergi bersama dengan Nabila masuk ke kelas mereka dengan berjalan beriringan bak sepasang kekasih yang baru di mabuk asmara.Terligat begitu mesra dimana Nathan terus melemparkan kata-kata sindiran yang sayangnya itu terlihat seperti bisikan maut penuh dengan keromantisan bila di lihat dari kacamata orang awam.


"Apa Nathan dan Nabila sudah menjadi sepasang kekasih?".Tanya seseorang yang tak sengaja melihat keakraban diantara mereka yang terbalut keromantisan diantara keduanya.


"Ah ini bisa jadi viral". Timpal seorang teman lainnya bahkan sempat-sempatnya mengambil ponsel pintarnya dan merekam keakraban Nabila dan Nathan yang berjalan beriringan sembari terus melemparkan kata-kata hinaan yang sayangnya terlihat begitu mesra.


"Ngapain loe jalan sampai Deket gitu sama gue?".Protes Nabila.


"Terserah gue.Kaki-kaki gue kenapa loe yang protes.Amuba".Sahut Nathan,tak mau kalah.


"Jauh-jauh dari gue".


"Ogah". Nathan dengan sengaja berjalan bersisian dengan Nabila dan bahkan sampai mengambil paksa sekantong plastik yang berukuran besar yang di pegang oleh Nabila.

__ADS_1


__ADS_2