
Suara riuh rendah bak segerombolan lebah yang hendak menyerang sekuntum bunga terasa memekakkan telinga nabila,apalagi saat dirinya baru sampai berada di ambang pintu.Suarq itu malah semakin jelas terdengar dan parah nya berbagai kata hinaan dan rumor itu menyebar dengan cepatnya.
Nabila,tak mau berprasangka buruk tentang gosip dan ocehan orang-orang tentang dirinya yang semakin lama malah semakin jelas tertuju pada kejelekan dirinya.
"Mana mungkin gadis kismin kayak dia bisa membeli laptop".Ucap suara seorang pria yang menginterupsi langkah kaki nabila.
Suara itu mampu membuat Nabila terhenti dan mencari sumber suara yang menjelekkan dirinya, padahal dia sudah tutup telinga dari suara-suara orang-orang yang menjelekkan dirinya.
"Na-Nathan".Nabila tak bisa mempercayai apa yang ada di sampingnya.
Nathan,dialah orangnya yang telah memfitnah dirinya dan sialnya banyak yang mempercayai nya.
__ADS_1
Kehadiran Nabila yang di ketahui oleh murid yang sedang berjalan dan termakan hasutan Nathan,menatap Nabila dengan tatapan sinis dan penuh tanya.Sedang,orang yang menyebarkan rumor terlihat mencoba untuk mendekati Nabila.
"Darimana kau punya uang untuk membeli laptop?". Nathan langsung mengajukan pertanyaan pada Nabila yang setau nya,gadis kismin seperti Nabila tak akan pernah mampu untuk membeli barang mahal dan langka.
Nabila,mengerti sekarang.Nathan dan murid yang lainnya tengah mempertanyakan uang yang di gunakan untuk membeli laptop dan mungkin itu menjadi pertanyaan terbesar bagi mereka mengingat dia adalah gadis kismin dan murid yang terbilang tak mampu.
"Apa urusan nya dengan mu?,aku mau membeli barang mahal atau tidak itu bukan menjadi urusan mu dan yah,berhenti untuk berpraduga".Jawab Nabila,ketus sembari melangkah pergi.
Jawaban Nabila, seketika membungkam orang-orang yang tadi membicarakannya dan meragukan kemampuannya.Seketika itu pula suara riuh rendah itu perlahan senyap dan kerumunan murid membubarkan diri.Bukan karena jawaban Nabila,tetapi karena sudah memasuki waktu belajar.
Nathan,mau tak mau harus ikut beranjak pergi pula menuju ruangan kelasnya.Sudah cukup baginya untuk mempermalukan Nabila,masih ada waktu bagi dia untuk mempermalukannya lagi.
__ADS_1
"Gadis kismin aja, belagu ".Umpat Nathan,sembari beranjak pergi.
Nathan,boleh meragukan Nabila yang notabenenya siswi kurang mampu yang bahkan untuk sekolah saja mengandalkan kecerdasannya dan mempertanyakan uang yang di gunakan untuk membeli laptop,tapi ada satu murid yang percaya akan kemampuan Nabila.
Murid itu berdiri tak jauh dari Nathan yang berusaha ingin mempermalukan Nabila diantara kerumunan murid-murid yang lain.
Murid itu, adalah orang yang bisa di bilang dekat dengan Nathan tapi juga bisa di bilang jauh.Dan dia adalah nazar, Anggota geng Nathan yang terpesona dan mengagumi wajah cantik Nabila beserta dengan kepintaran Nabila.
"Kau tidak akan pernah tau bagaimana hebatnya dia dalam berjuang dalam keterbatasannya".Gumam nazar, tersenyum miris kala ketua geng nya malah menuduh dan berusaha mempermalukan nabila.
Nazar juga ikut beranjak pergi setelah kerumuman murid-murid membubarkan diri dan Nabila yang sudah tak terlihat lagi di penglihatannya yang tajam setajam mata elang.
__ADS_1
Nazar sengaja menjadi orang yang terakhir pergi ke ruangan kelas agar dia bisa mengetahui kerumunan murid dan ketua geng nya setelah kepergian Nabila dengan meninggalkan jawaban yang menohok dan membungkam mulut Nathan yang pedas bak cabe rawit.