
Nabila,tiba di sekolah dengan selamat tanpa ada kekurangan satu apapun hanya satu yang kurang dari Nabila yaitu dagangan Nabila yang tertinggal di rumah dan bahkan dalam keadaan belum siap, sampai-sampai satpam sekolah pun menatap heran pada seorang murid yang datang lebih awal dan pulang lebih awal pula untuk berdagang terlebih dahulu.
"Apa dia libur berdagang lagi?".Tanya satpam sekolah pada diri sendiri.
Tak ingin menduga-duga sendiri satpam sekolah itu berjalan menghampiri Nabila dengan maksud menanyakan perihal dagangannya yang tak terlihat.
"Nabil".Teriak satpam sekolah, menghentikan langkah kaki Nabila yang terlalu cepat.
Merasa ada yang memanggil,Nabila berbalik badan dan mendapati satpam sekolah yang setengah berlari menghampiri dirinya.
"Ada apa pak?" .Tanya Nabil, keheranan.
"Huh..."Satpam sekolah terlihat membuang napasnya secara kasar sebelum dia mengajukan pertanyaan kepada Nabila."Apa kau hari ini libur berdagang?".Tanya satpam sekolah di sela-sela napasnya yang tersengal.
__ADS_1
Nabila tersenyum."Iya pak,hati ini aku libur dulu.Ada yang harus aku kerjakan".
"Apa itu,Nabil?,apa penting bahkan lebih penting dari berdagang?, pekerjaan apa?,apa tidak bisa di kerjakan nanti malam?".Satpam sekolah memberondong Nabila dengan berbagai pertanyaan tanpa memberikan Nabila kesempatan untuk menjawab nya.
Nabila, sampai memijat-mijat kening nya,merasa pusing dengan rentetan pertanyaan dari satpam sekolah yang hampir tak pernah absen melihat Nabila dengan setumpuk dagangannya untuk membiayai hidup nya dan menunjang sekolah nya.
"Aku sedang berusaha mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba menulis novel online".Jawab Nabila, memberikan penjelasan di balik absennya berdagang.
"Oh..."Satpam sekolah hanya beroh ria, setelah mendapatkan jawaban yang jelas, singkat dan padat.
Ada banyak pasang mata yang melihat kearah Nabila,bukan perihal Nabila yang tidak berdagang seperti penglihatan satpam sekolah dan bocah gembul yang menjadi pelanggan setia Nabila,tapi pada tas laptop lah arah mata mereka tertuju.
Ada yang menatap sinis,meremehkan bahkan ada pula yang menatap heran dengan Nabila yang membawa tas laptop.Bagi mereka,tak mungkin seorang Nabila Kemala yang notabene murid miskin bisa membeli laptop.
__ADS_1
Tak sedikit pula yang menatap kagum atas pencapaian Nabila yang mungkin dengan berdagang bisa membuat Nabila mampu membeli laptop, terlepas itu barang ORI atau second.
"Mau second,mau tidak yang terpenting dia sudah mampu dengan uang nya sendiri".Ucap murid yang tau betul perjuangan Nabila.
"Second kali".Sanggah teman murid lainnya yang tak percaya dengan pencapaian Nabila.
"Yah kali,tapi yang terpenting uang halal".
"Kata siapa halal?". Pertanyaan itu terlontar jelas dari mulut seorang murid yang dengan jelas dia adalah rival debat Nabila.
"Kata siapa dengan uang halal?".Tanya murid itu sekali lagi dan berhasil membungkam mulut murid yang menatap kagum pada Nabila.
"Yah kan dari yang jualan nya".Lama bungkam dan tak ada yang berani menjawab, tiba-tiba seorang siswi dengan lantang nya menjawab pertanyaan itu.
__ADS_1
Murid laki-laki itu, mengarahkan pandangannya pada seorang siswi yang cukup cantik baginya tapi bukan seleranya."Tau darimana kau tentang Nabila dan segala usaha nya?,kau tak tau apapun selain apa yang kau lihat".Bentak murid pria itu berapi-api sekali ingin menghancurkan reputasi Nabila.
Semua murid yang berkumpul di sana sampai membelalakkan mata,tak percaya apa yang mereka dengar,meski ada pula yang tidak percaya mengingat murid tersebut merupakan rival debat abadi Nabila dan memang sudah menjadi rahasia umum lagi di kalangan sekolah.