
Bangku dan meja yang sebelumnya sudah di singkirkan terlebih dahulu dan hanya menyisakan 16 meja dan kursi di depan yang setiap kelompok memiliki kursi dan meja berjumlah 8 sesuai dengan anggota kelompok masing-masing.
Nathan,yang menjadi ketua dari kelompok 1 dan Nabila yang menjadi ketua di kelompok 2,tengah berancang-ancang menyusun strategi agar bisa mengalahkan pihak lawan dengan telak.
"Tak bisa dibiarkan Nabila,menang".Gumam Nathan,menatap lawan debatnya dengan tatapan tajam.
Nabila sebaliknya,dia terlihat tenang tidak seperti Nathan yang menyiratkan ketegangan dalam debat yang sering mereka lakukan bila pelajaran pendidikan kewarganegaraan.
Nabila,duduk tenang dan di samping nya Nita terlihat memberikan ancaman pada pihak lawan dengan cara menebas leher nya sendiri menggunakan tangan nya.
"Tamat riwayat kalian"
Begitu,maksud Nita menginterupsi pihak lawan.
"Anak kecil jangan sok keras".Teriak Nathan,tak terima kelompoknya di remehkan oleh orang yang hanya ikut bersuara tanpa menyumbangkan pikiran nya.
__ADS_1
"Emang loe bukan anak kecil?,sama kali loe juga,anak tentara sok pintar".Ledek Nita,tak mau kalah.
Nabila, mengenggam tangan Nita agar Nita diam dan acara debat bisa di mulai tanpa terganggu apalagi berakhir dengan permusuhan antar sesama teman kelas.
Pak Martin memang selalu menggunakan metode debat dalam menerapkan dan menyampaikan materi pembelajaran,sengaja agar mereka bisa belajar tentang fungsi dan juga masalah yang tengah di hadapi di kalangan masyarakat.
Pihak Nabila dan pihak Nathan tengah siap melakukan debat dengan tema yang sudah di sebutkan oleh pak Martin yaitu dampak dari kenaikan BBM di kalangan masyarakat.
Pihak Nabila sebagai pihak yang kontra sedang pihak Nathan berada di pihak pro terhadap kenaikan BBM yang baru-baru ini di tetapkan oleh pemerintah.
Pak Martin,mengawali acara debat dengan beberapa kata nasehat sebelum kedua kelompok yang bertolak belakang memulai perdebatan tentang masalah yang baru-baru terjadi.
Kelompok Nabila yang kontra dan kelompok Nathan yang pro,kedua nya menganggukkan kepala.Mengerti dan paham dengan aturan debat yang sering di lakukan bila pelajaran pendidikan kewarganegaraan itu bertepatan dengan materi dan masalah yang baru terjadi.
Pak Martin,tak banyak berbicara tentang aturan debat hanya mengingatkan kembali aturan debat dan menjelaskan sedikit materi yang di bahas.
__ADS_1
Perdebatan di mulai dari kelompok yang pro,yang mana itu di mulai dari kelompok Nathan yang siap dengan ilmu dan kepintaran mereka dalam berdebat melawan kelompok Nabila yang kontra.
"Menurut saya,pemerintah sudah tepat dalam menaikkan harga BBM dan mengaturnya sesuai dengan golongan masyarakat".Jelas Nathan, memulai acara debatnya.
"Tetap saja,itu tidak efisien sekali pun ada bantuan bagi orang yang terdampak tapi bantuan itu di berikan secara tidak menyeluruh dan bahkan seringnya tidak tepat sasaran".Sanggah Nabila,yang tidak setuju.
Perdebatan itu semakin sengit kala Nabila dan Nathan keduanya tak mau mengalah dan adu skill terjadi di debat panas ini,apalagi ada Nita si provokator yang mengompori Nabila untuk terus menyanggah penjelasan Nathan padahal dia tidak ikut menyumbangkan pikiran nya dan di pihak lawan ada Noval yang ikut mengibarkan api peperangan di pihak Nathan.
Kedua siswa yang sama-sama pintar dan cerdik ini,nampak saling mengeluarkan kekuatannya tak mau kalah satu sama lain.Bahkan kedua kelompok yang menunggu giliran pun sampai menyoraki kedua kelompok yang terlibat debat panas.
"Nathan..Nathan.. Nathan".
"Nabila..Nabila..Nabila".
Suara dukungan di barengi tepuk tangan mewarnai acara debat sengit yang lagi-lagi di menangkan oleh kelompok Nabila karena Nathan tak sanggup lagi mengeluarkan ide dan gagasan nya.
__ADS_1